RADARPANGANDARAN.COM- Program MBG dikecam akibat ribuan siswa di berbagai daerah mengalami keracunan setelah mereka menyantap makanan dari program tersebut. Program MBG yang pemerintah jalankan untuk meningkatkan gizi anak kini menuai kecaman.
Pemerintah harus membuktikan keseriusan dengan memperbaiki sistem, memperketat pengawasan, dan menegakkan standar keamanan pangan di setiap tahap.
Kejadian ini mendorong publik mempertanyakan apakah masalah utama terletak pada keamanan pangan atau pada sistem pelaksanaan yang belum matang.
Gelombang Keracunan Massal Picu Kepanikan
Petugas kesehatan melaporkan ribuan siswa di Jawa, Sumatera, hingga Kalimantan mengalami mual, muntah, sakit perut, dan pusing setelah mereka memakan makanan dari program makan gratis.
Rumah sakit dan puskesmas menerima ratusan siswa setiap hari selama insiden berlangsung. Dokter memberi perawatan intensif kepada sebagian siswa yang kondisinya memburuk.
Orang tua berbondong-bondong mendatangi sekolah dan rumah sakit untuk memastikan keselamatan anak mereka. Mereka menuntut pemerintah menjelaskan mengapa program yang bertujuan menyehatkan anak justru menimbulkan bencana.
Pemerintah Bentuk Tim Investigasi
Kementerian Kesehatan segera mengerahkan tim untuk menyelidiki kasus keracunan. BPOM ikut serta dalam investigasi dan memeriksa sampel makanan dari berbagai sekolah.
Tim laboratorium menemukan indikasi kontaminasi bakteri yang muncul akibat proses pengolahan atau distribusi yang tidak memenuhi standar higienitas.







