Baterai Mobil Cepat Soak? Ini Perbandingan Perawatan Konvensional, Hybrid, dan EV!

RADARPANGANDARAN.COM – Banyak pemilik kendaraan belum memahami bahwa perawatan baterai mobil berbeda tergantung jenisnya — konvensional, hybrid, dan EV (electric vehicle).

Setiap jenis punya karakteristik dan cara perawatan yang unik agar tidak cepat rusak.

Menurut Furukawa Battery Indonesia, aki konvensional atau wet cell membutuhkan pengecekan rutin air aki, pembersihan terminal, serta pengisian ulang berkala.

Sementara baterai hybrid menggabungkan tenaga mesin dan listrik, jadi sistem pendingin dan kontrol suhunya sangat penting.

Untuk mobil listrik (EV), baterai bertegangan tinggi menjadi jantung utama kendaraan dan butuh perawatan lebih hati-hati.

Jaguar Indonesia bahkan memberikan garansi baterai EV hingga 8 tahun atau 160.000 km.

Menegaskan bahwa daya tahan baterai bergantung pada perawatan pengguna.

Baik itu aki biasa, baterai hybrid, maupun EV, prinsip dasarnya sama.

Jaga suhu, hindari overcharging, dan gunakan charger pintar agar daya tetap stabil.

Ciri Baterai Mulai Lemah dan Cara Mencegahnya

Ciri-ciri baterai mulai lemah bisa berbeda pada tiap jenis kendaraan.

Untuk mobil konvensional, gejalanya biasanya lampu depan meredup, starter terasa berat, dan sistem elektronik melambat.

Daihatsu Indonesia menjelaskan bahwa korosi pada terminal atau air aki berkurang bisa memicu masalah kelistrikan.

Pada mobil hybrid, tanda baterai mulai lemah terlihat dari performa mesin yang tidak seimbang dengan sistem motor listrik.

Mobil terasa berat saat akselerasi dan sering muncul peringatan di panel instrumen.