Waspada! Tanda Suspensi Mobil Lemah dan Cara Merawatnya

RADARPANGANDARAN.COM – Sistem suspensi adalah komponen penting yang menjaga kenyamanan dan keselamatan berkendara.

Melalui perawatan suspensi mobil, pengemudi bisa memastikan kestabilan kendaraan tetap optimal di berbagai kondisi jalan.

Fungsi utama sistem suspensi adalah meredam getaran, menjaga traksi roda, dan menahan beban kendaraan agar tetap seimbang.

Menurut Hyundai Indonesia, shock absorber berfungsi meredam guncangan agar roda tetap menapak sempurna di jalan.

Daihatsu Indonesia juga menegaskan bahwa suspensi menjaga stabilitas kendaraan dan mengurangi efek jalan yang tidak rata.

Ketika komponen suspensi mulai aus, pengendalian kendaraan akan menurun secara signifikan.

Studi MDPI menemukan bahwa suspensi aus dapat menurunkan stabilitas hingga 50% pada jarak tempuh 48.000 km.

Artinya, keausan kecil pada suspensi mobil bisa berdampak besar terhadap keselamatan.

Suspensi mobil yang tidak terawat membuat terasa limbung, sulit dikendalikan, dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Maka, penting untuk melakukan pemeriksaan berkala agar setiap perjalanan tetap nyaman dan aman.

Tanda-Tanda Suspensi Rusak yang Wajib Diwaspadai

Salah satu tanda yang paling mudah dikenali adalah bunyi “duk-duk” saat mobil melewati jalan rusak.

Suara tersebut biasanya berasal dari bushing atau shock absorber yang mulai aus.

Selain itu, mobil yang tampak miring saat parkir juga bisa menjadi indikasi tanda suspensi rusak.

Kondisi ini muncul karena pegas atau peredam kejut kehilangan daya tahan.

Ban juga dapat aus secara tidak merata ketika suspensi gagal menjaga keseimbangan roda.