Konsep Egalitarian Space dalam Taman, Konsep Tanpa Titik Fokus yang Sedang Tren!

RADARPANGANDARAN.COM – Konsep Egalitarian Space menghadirkan ruang egaliter melalui pendekatan non-hierarkis dalam lanskap modern.

Secara konseptual, pendekatan ini menolak elemen dominan dalam komposisi taman.

Desainer memperlakukan seluruh elemen secara setara tanpa hierarki visual.

Akibatnya, ruang tidak mengarahkan pandangan pada satu objek tertentu.

Dengan demikian, pengguna bergerak bebas tanpa menerima instruksi visual tersembunyi.

Awalnya, konsep ini muncul sebagai kritik terhadap komposisi taman klasik.

Taman tradisional sering memusatkan perhatian pada satu elemen utama.

Sebaliknya, egalitarian space membebaskan ruang dari dominasi visual.

Oleh karena itu, ruang berfungsi sebagai medan pengalaman, bukan panggung tontonan.

Dengan cara ini, setiap pengguna membangun persepsi ruang secara personal.

Kini, pendekatan ini banyak digunakan dalam arsitektur kontemporer.

Terutama, arsitek menerapkannya pada hunian eksperimental dan ruang kontemplatif.

Selain itu, desain ini relevan untuk kebutuhan urban modern.

Lingkungan padat membutuhkan ruang yang tidak menekan kondisi psikologis.

Di sinilah, konsep taman tanpa titik fokus memainkan peran penting.

Prinsip Ruang Non-Hierarkis dalam Desain Taman

Ruang non-hierarkis menjadi fondasi utama konsep taman tanpa titik fokus.

Dalam pendekatan ini, desainer tidak mengutamakan satu elemen tertentu.

Sebaliknya, semua komponen memegang bobot visual yang setara.

Prinsip ini dikenal sebagai non-hierarchical composition dalam teori desain.

Bernard Tschumi memperkenalkan gagasan ruang tanpa pusat dominan.