RADARPANGANDARAN.COM –Â Depth illusion taman menjadi solusi efektif karena konsep kedalaman visual menciptakan kesan luas di lahan terbatas.
Secara visual, teknik ini memanfaatkan cara mata manusia membaca jarak dan skala ruang.
Oleh karena itu, taman kecil tetap terasa lapang dan berlapis.
Konsep ini sering muncul pada taman rumah perkotaan.
Selain itu, banyak desainer lanskap profesional menggunakan pendekatan ini.
Transisi visual memegang peran utama dalam membentuk ilusi kedalaman.
Perubahan ukuran, tekstur, dan jarak bekerja secara bertahap.
Dengan demikian, taman tidak terasa datar atau sempit.
Prinsip ini relevan untuk taman modern maupun minimalis.
Pendekatan visual lebih diutamakan daripada luas fisik.
Akibatnya, taman terlihat lebih panjang dan berkarakter.
Teknik ini juga membantu menciptakan pengalaman ruang yang nyaman.
Desain ini mengajak pengunjung menikmati taman secara berlapis.
Setiap elemen saling mendukung persepsi kedalaman ruang.
Karena itu, perencanaan visual sangat menentukan hasil akhir.
Prinsip Visual Depth Illusion dalam Desain Taman
Depth illusion taman berangkat dari cara manusia mempersepsikan jarak secara visual.
Objek kecil biasanya memberi kesan lebih jauh.
Sebaliknya, elemen besar menghadirkan kesan lebih dekat.
Oleh karena itu, desainer mengatur skala tanaman secara bertahap.
Desainer sering menggunakan teknik layering tanaman.
Tanaman rendah mengisi area depan taman.
Kemudian, tanaman sedang membentuk area transisi.
Selanjutnya, tanaman tinggi mengisi bagian belakang taman.







