RADARPANGANDARAN.COM –Â Cell balancing baterai EV menjadi strategi krusial karena ketidakseimbangan sel langsung memangkas kapasitas nyata baterai.
Secara umum, banyak pengguna kendaraan listrik tidak menyadari masalah ini.
Padahal, dampaknya jauh lebih serius dibanding penurunan kapasitas normal.
Ketidakseimbangan sel membuat satu sel lemah membatasi performa seluruh paket baterai.
Akibatnya, jarak tempuh kendaraan turun lebih cepat dari perkiraan awal.
Sebagai rujukan, Battery University menjelaskan sel terlemah menentukan performa satu pack baterai.
Karena itu, cell imbalance bersifat sistemik, bukan sekadar masalah lokal.
Sebaliknya, degradasi umum biasanya terjadi merata pada seluruh sel.
Namun demikian, ketidakseimbangan sel menciptakan titik kegagalan tunggal.
Inilah sebabnya masalah ini jauh lebih berbahaya secara teknis.
Saat ini, banyak BMS modern secara aktif mencegah kondisi tersebut.
Tanpa strategi cell balancing, sistem memangkas umur baterai secara signifikan.
Akibat lanjutan, kapasitas nyata baterai EV terpotong secara permanen.
Fenomena ini telah dibuktikan secara ilmiah maupun industri.
Mengapa Ketidakseimbangan Sel Lebih Berbahaya daripada Degradasi Umum
Ketidakseimbangan sel terjadi ketika beberapa sel memiliki tegangan berbeda dari nilai rata-rata.
Menurut Battery University, kondisi ini menghentikan proses pengisian lebih awal.
Akibatnya, sistem gagal mengisi sel sehat hingga penuh.
Sebaliknya, saat pengosongan, BMS memutus daya lebih cepat.
Padahal, sebagian besar sel masih menyimpan energi tersisa.







