Kerusakan Undertray Bikin Boros? Ini Dampaknya ke Efisiensi Mobil!

RADARPANGANDARAN.COM – Kerusakan undertray menurunkan efisiensi mobil karena drag coefficient meningkat sejak awal pergerakan.

Akibatnya, aerodinamika kendaraan langsung terganggu saat mobil mulai melaju.

Banyak pemilik mobil sering tidak menyadari fungsi penting undertray.

Padahal, komponen ini secara langsung mengatur aliran udara bawah mobil.

Selain itu, desain undertray turut menentukan kestabilan aerodinamis kendaraan.

Undertray bekerja dengan melicinkan aliran udara di bawah bodi mobil.

Aliran halus tersebut kemudian mengurangi hambatan saat mobil melaju.

Namun, kerusakan undertray membuat permukaan bawah tidak lagi rata.

Akibatnya, turbulensi udara meningkat secara signifikan.

Karena itu, drag coefficient dapat naik cukup drastis.

Hambatan udara pun bertambah ketika kecepatan kendaraan meningkat.

Semakin tinggi kecepatan, semakin besar dampak kerusakan undertray.

Oleh sebab itu, efisiensi mobil sering menurun tanpa disadari.

Mobil akhirnya membutuhkan tenaga lebih besar untuk melawan hambatan udara.

Kondisi ini langsung meningkatkan konsumsi energi kendaraan.

Baik mobil bensin maupun listrik sama-sama merasakan efeknya.

Hubungan Kerusakan Undertray dengan Drag Coefficient

Undertray mengurangi drag coefficient dengan menghaluskan aliran udara bawah mobil.

Selain itu, referensi teknik otomotif menjelaskan bahwa undertray menekan turbulensi.

Aliran udara stabil secara langsung menurunkan gaya hambat total kendaraan.

Namun, kerusakan undertray memisahkan aliran dan membentuk vortex.

Vortex tersebut kemudian meningkatkan resistensi udara secara signifikan.