RADARPANGANDARAN.COM –Â Diagnosa false warning penting dilakukan karena radar, kamera, dan kalibrasi ADAS menentukan akurasi peringatan.
False warning muncul ketika sistem memberi peringatan tanpa ancaman nyata.
Masalah ini sering terjadi pada fitur ADAS modern.
Sebagai contoh, AEB, FCW, dan Lane Departure Warning paling sering dilaporkan.
Namun demikian, fenomena ini tidak sepenuhnya mencerminkan kesalahan pabrikan.
Regulator global mengakui false activation sebagai tantangan teknis.
Dokumen tersebut juga membahas false forward collision warning.
Euro NCAP membedakan false positive dan false negative detection.
Selain itu, mereka menekankan pengaruh kondisi lingkungan ekstrem.
Hujan deras dan silau matahari dapat memicu salah deteksi.
Karena itu, teknisi harus mendiagnosis false warning secara sistematis.
Tidak semua peringatan menandakan kerusakan sistem.
Namun, teknisi tetap perlu memeriksa kendaraan demi memastikan keamanan.
Penyebab False Warning Berdasarkan Regulasi dan Manual Pabrikan
Sensor radar dan kamera sangat sensitif terhadap gangguan eksternal.
Kotoran pada lensa kamera dapat mengubah pembacaan objek.
Selain itu, refleksi guardrail sering memicu deteksi palsu.
Toyota menjelaskan batasan ini dalam manual Safety Sense.
Honda juga mencantumkan keterbatasan sistem saat hujan lebat.
Mitsubishi menyebut tikungan tajam sebagai pemicu salah deteksi.
Wuling dan Chery menyoroti refleksi kendaraan parkir sebagai faktor risiko.
Karena itu, kondisi lingkungan sangat memengaruhi kinerja sistem keselamatan.







