RADARPANGANDARAN.COM – Kartini on Wheels di Kota Tasikmalaya menjadi cara merayakan Hari Kartini yang unik dengan menghadirkan perempuan berkebaya bersepeda langsung di ruang publik.
Dilansir dari Radartasik.id, Minggu (19/4/2026), puluhan perempuan mengikuti kegiatan Kartini on Wheels dengan bersepeda santai tanpa nuansa protokoler yang kaku.
Rute yang dilalui dimulai dari Jalan H. Juanda, melintasi terusan Jalan BCA, menuju Paseh, hingga berakhir di Jalan Pemuda.
Meski rutenya sederhana, pesan yang dibawa dalam kegiatan ini memiliki makna yang lebih dalam bagi ruang publik.
Di sepanjang perjalanan, peserta beberapa kali berhenti untuk membagikan snack berisi kutipan inspiratif tentang perempuan kepada pengguna jalan.
Aksi kecil tersebut terasa lebih hidup dibandingkan seremoni panjang yang sering kehilangan makna.
Makna Kebaya dan Ruang Publik Perempuan
Kegiatan ini mengusung konsep sederhana dengan berkebaya, bersepeda, dan menyapa masyarakat secara langsung.
Tidak ada panggung besar, baliho mencolok, atau sambutan panjang yang mendominasi acara.
Justru kesederhanaan itu menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan perempuan secara autentik di ruang publik.
Perwakilan Tasik Urban Cyclist, Fanny Nurhasanah, menyebut kegiatan ini sebagai cara komunitasnya memaknai Hari Kartini secara kontekstual.
āKita mengadakan Kartini on Wheels sebagai bentuk memperingati Hari Kartini. Pesertanya memang didominasi perempuan,ā ujarnya
Menurutnya, kebaya yang dikenakan bukan sekadar simbol tahunan yang kemudian dilupakan.







