“Ikhlas juga demikian. Caranya, jika ingin shalat yang nyaman, Sholli Ka Annaka Sholaatun Muwaddi’in. Anggap saja itu shalat terakhir. Dan kenangan terbaikmu di dunia adalah pernah shalat, sujud,” tutur Gus Baha.
Beliau menekankan bahwa keikhlasan dalam shalat bisa diraih dengan menganggap setiap shalat sebagai yang terakhir.
Dengan pola pikir ini, kita akan merasakan bahwa shalat adalah kenangan terbaik yang pernah kita lakukan di dunia. Setiap sujud dan ruku menjadi momen penuh kebahagiaan.
Ceramah Gus Baha ini mengajarkan kita bahwa cara paling sederhana untuk merasakan keikhlasan dan kebahagiaan dalam shalat adalah dengan membayangkan seolah-olah itu adalah kesempatan terakhir kita.
“Sehingga ketika shalat itu jadi happy, ‘Ya Allah, ini sujudku yang terakhir, ini rukuku yang terakhir.’ Jadi shalat membuat senang,” tandas Gus Baha.
Page: 1 2
RADARPANGANDARAN.COM - Tempat wisata di Tasikmalaya yang pas untuk liburan bersama keluarga ataupun teman salah…
RADARPANGANDARAN.COM – Program Gentengisasi mendapatkan dukungan kuat dari PT Bank Rakyat Indonesia (BRI). Bank pelat…
RADARPANGANDARAN.COM - Bagi yang melewati wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Barat pada momen mudik dapat…
RADARPANGANDARAN.COM - Garut dikenal memiliki banyak destinasi wisata alam yang menarik untuk dikunjungi. Salah satu…
RADARPANGANDARAN.COM - Wisata unggulan di Kabupaten Tasikmalaya bisa menjadi pilihan untuk liburan. Wisata di Tasikmalaya…
RADARPANGANDARAN.COM – Bank Mandiri meluncurkan kartu debit dan kartu kredit berbahan metal khusus bagi nasabah…
This website uses cookies.