RADARPANGANDARAN.COM – Penghijauan di TPA Ciangir kembali dilaksanakan di Kota Tasikmalaya pada Minggu 19 April 2026.
Kegiatan ini melibatkan puluhan peserta yang menanam berbagai jenis pohon di area pembuangan sampah.
Dilansir dari Radartasik.id., lahan yang biasanya identik dengan bau menyengat kini mulai dihiasi aktivitas penanaman pohon.
Program ini bukan pertama kali dilakukan karena sebelumnya kegiatan serupa telah digelar tahun lalu oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya.
Sekarang dilakukan lagi pola penghijauan dengan jenis tanaman yang serupa.
Tujuan utama tetap berfokus pada upaya mengurangi dampak lingkungan dari penumpukan sampah.
Penanaman Pohon Jadi Upaya Redam Polusi dan Risiko Lingkungan
Asisten Daerah II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Hanafi, menyebut kegiatan ini telah lama direncanakan.
“Sudah lama direncanakan, dulu juga pernah dilakukan. Sekarang momentumnya kita jalankan lagi,” ujarnya.
Penanaman pohon dinilai mampu membantu menyerap polusi sekaligus meningkatkan daya resap air.
Jenis tanaman yang digunakan dipilih berdasarkan kemampuan adaptasi terhadap kondisi lingkungan TPA.
Bambu menjadi salah satu tanaman utama karena dinilai cepat tumbuh dan tahan terhadap kondisi ekstrem.
“Sekarang salah satu upaya menyerap polusi itu dengan memperbanyak tanaman. Ada bambu dan jenis pohon lainnya,” kata Hanafi.
Selain menyerap polusi, bambu juga dianggap efektif dalam mencegah longsor dan menjaga cadangan air.
“Bambu itu bagus untuk menahan longsor dan menyimpan air. Di tengah kota yang terus berkembang, tanaman seperti ini jadi penting,” tambahnya.

