Jika kebutuhan nutrisi otak tidak terpenuhi, daya ingat dan konsentrasi akan menurun. Anak-anak dan orang dewasa yang sering tidak sarapan cenderung lebih sulit fokus dan kurang produktif dalam aktivitas sehari-hari.
5. Konsumsi Alkohol Berlebihan
Kebiasaan yang dapat merusak otak juga terkait dengan minum alkohol berlebihan. Alkohol mengganggu komunikasi antar sel otak, sehingga kemampuan berpikir logis dan mengambil keputusan melemah.
Konsumsi dalam jumlah banyak bahkan bisa memicu kerusakan permanen pada jaringan otak. Batas aman konsumsi alkohol sebaiknya diperhatikan agar fungsi otak tetap terjaga.
6. Kurang Terpapar Sinar Matahari
Kebiasaan yang dapat merusak otak juga bisa terjadi akibat minimnya paparan sinar matahari. Sinar matahari membantu tubuh memproduksi vitamin D, yang penting untuk perkembangan dan fungsi otak.
Kekurangan vitamin D dapat memperlambat kerja otak, meningkatkan risiko depresi, dan memengaruhi kesehatan mental. Oleh karena itu, berjemur di pagi hari selama 10–15 menit dapat memberikan manfaat signifikan.
7. Terlalu Sering Menyendiri
Kebiasaan yang dapat merusak otak lainnya adalah terlalu sering menyendiri tanpa interaksi sosial. Otak membutuhkan stimulasi dari percakapan, aktivitas sosial, atau kerja sama dengan orang lain.
Isolasi sosial dalam jangka panjang meningkatkan risiko depresi, kecemasan, dan penurunan daya ingat. Menjaga hubungan sosial aktif membantu otak tetap sehat dan berfungsi baik.
8. Menutup Kepala Saat Tidur
Kebiasaan yang dapat merusak otak juga terjadi ketika seseorang tidur dengan kepala tertutup bantal atau selimut. Kebiasaan ini mengurangi pasokan oksigen ke otak sekaligus meningkatkan kadar karbon dioksida.












