RADARPANGANDARAN.COM- Kesalahan penggunaan skincare sering kali menimbulkan kerusakan kulit, yang dimana hal itu karena kebiasaan menggunakan skincare yang tidak sesuai.
Kesalahan dalam perawatan skincare sering muncul karena kurangnya pemahaman tentang tipe kulit dan cara penggunaan produk.
Pakar dermatologi menegaskan bahwa penggunaan yang keliru dapat memicu iritasi, jerawat, hingga penuaan dini.
Oleh karena itu, mari simak 10 kesalahan skincare yang paling sering terjadi dan cara menghindarinya.
Sebagian orang percaya mencuci wajah berkali-kali membuat kulit lebih bersih. Faktanya, dokter kulit menegaskan bahwa mencuci wajah lebih dari dua kali sehari justru menghilangkan minyak alami, membuat kulit kering, dan memicu iritasi.
Banyak pengguna skincare terbiasa menggosok wajah saat mencuci atau mengaplikasikan produk. Namun, pakar menekankan bahwa gerakan kasar dapat merusak lapisan pelindung kulit. Sebaiknya, lakukan gerakan lembut dengan ujung jari agar kulit tetap sehat.
Sebagian orang tidak memakai sunscreen karena merasa cukup aman di dalam ruangan. Padahal, sinar UV tetap bisa menembus jendela. Dermatolog menyarankan agar setiap orang menggunakan tabir surya setiap pagi untuk mencegah kerusakan kulit dan penuaan dini.
Kulit berminyak, kering, atau sensitif membutuhkan perawatan yang berbeda. Jika seseorang menggunakan produk yang tidak sesuai, kulit bisa mengalami jerawat, kemerahan, atau semakin kering. Karena itu, pilihlah produk sesuai tipe kulit dan konsultasikan dengan ahli jika masih ragu.
Banyak orang tidak memperhatikan urutan skincare yang benar. Padahal, dokter kulit menekankan bahwa serum sebaiknya dipakai sebelum pelembap, sedangkan tabir surya harus selalu menjadi langkah terakhir di pagi hari. Jika urutannya salah, efektivitas produk otomatis berkurang.
Pengguna skincare sering tergoda mengganti produk setiap minggu karena ingin melihat hasil cepat. Padahal, pakar menegaskan bahwa kulit membutuhkan waktu 4–6 minggu untuk menyesuaikan diri dengan produk baru. Jika terlalu cepat mengganti, kulit justru bisa mengalami stres.
Banyak orang beranggapan harga tinggi selalu menjamin kualitas. Nyatanya, produk sederhana yang sesuai dengan tipe kulit sering memberikan hasil lebih baik. Pakar menekankan bahwa konsistensi dan pemakaian tepat jauh lebih penting daripada harga produk.
Spons, kuas, dan beauty blender yang jarang dicuci akan menumpuk bakteri. Ketika digunakan, bakteri tersebut langsung menempel ke wajah dan memicu jerawat atau iritasi. Karena itu, bersihkan alat makeup secara rutin minimal seminggu sekali.
Kulit sehat tidak hanya bergantung pada perawatan luar, tetapi juga dari dalam tubuh. Jika seseorang mengabaikan konsumsi air, buah, sayur, dan protein, kulit akan terlihat kusam dan kering. Dermatolog menekankan pentingnya pola makan sehat serta hidrasi yang cukup setiap hari.
Kebiasaan tidak konsisten menjadi penyebab utama perawatan kulit gagal memberikan hasil. Pemakaian produk yang tidak teratur membuat masalah kulit tetap muncul. Karena itu, pakar menyarankan setiap orang membuat rutinitas harian yang realistis dan mudah dijalani.
Page: 1 2
RADARPANGANDARAN.COM - Vision Pulse menghadirkan inovasi Hyundai Kia 2026, teknologi keselamatan dan sistem anti tabrakan…
RADARPANGANDARAN.COM - Mie Panjang Umur dalam Tradisi Imlek dipercaya membawa keberuntungan, kebahagiaan, dan harapan panjang…
RADARPANGANDARAN.COM - Prompt Gemini AI Bahasa Indonesia kini menjadi solusi kreatif bagi banyak orang yang…
RADARPANGANDARAN.COM - Alva N3 Next Gen menjadi motor listrik Alva terbaru dengan teknologi modern dan…
RADARPANGANDARAN.COM - Mesin motor cepat panas meski idle normal biasanya muncul akibat radiator mikro tersumbat dan…
RADARPANGANDARAN.COM - HP Februari 2026 menghadirkan iPhone 17e, Samsung S26 Ultra, dan iQOO 15R dengan…
This website uses cookies.