Alasan Perokok Pasif Lebih Berbahaya dari Perokok Aktif

RADARPANGANDARAN.COM – Perokok pasif adalah orang yang tidak merokok namun tetap menghirup asap rokok dari orang lain.

Kondisi ini sering kali dianggap sepele, padahal risiko kesehatannya sama, bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan perokok aktif.

Asap rokok yang terhirup oleh orang di sekitar mengandung ribuan zat kimia berbahaya yang bisa merusak tubuh dalam jangka pendek maupun panjang.

Perokok pasif lebih berbahaya

Perokok pasif lebih berbahaya karena mereka menghirup kombinasi asap utama yang dikeluarkan perokok dan asap sampingan yang langsung keluar dari ujung rokok.

Asap sampingan memiliki kadar racun lebih pekat karena tidak melewati filter. Inilah yang membuat orang yang tidak pernah merokok pun tetap bisa mengalami gangguan kesehatan serius hanya karena berada di dekat perokok aktif.

Kandungan zat kimia beracun dalam asap rokok

Asap rokok diketahui mengandung lebih dari 7.000 zat kimia berbahaya. Dari jumlah tersebut, setidaknya 69 zat terbukti menjadi penyebab kanker.

Karbon monoksida dan tar yang terdapat dalam asap sampingan cenderung lebih tinggi daripada yang dihirup langsung oleh perokok aktif.

Hal ini menyebabkan tubuh perokok pasif harus bekerja lebih keras menetralkan racun, meskipun mereka tidak pernah menyalakan rokok sama sekali.

Dampak serius pada anak-anak

Anak-anak termasuk kelompok paling rentan terkena dampak asap rokok. Saluran pernapasan yang masih berkembang membuat mereka mudah terserang asma, bronkitis, hingga pneumonia.

Bahkan, penelitian menunjukkan paparan asap rokok sejak dini dapat menurunkan fungsi paru-paru anak dalam jangka panjang.