Gaya Hidup

Bagaimana Ciri Autisme Pada Orang Dewasa?

RADARPANGANDARAN.COM — Autisme bukan hanya soal diagnosis pada masa kanak-kanak. Banyak orang dewasa baru menyadari bahwa apa yang mereka alami sejak kecil ternyata masuk dalam spektrum autisme.

Autisme pada orang dewasa memang sering luput, karena masyarakat terlanjur punya gambaran bahwa autisme hanya tampak ketika anak masih balita. Padahal penelitian menunjukkan, banyak individu autis yang justru baru dianalisa ketika sudah remaja atau dewasa, bahkan setelah bekerja dan berkeluarga.

Autisme Dewasa Itu Nyata Secara Medis

CDC dan NIMH (National Institute of Mental Health) mencatat seseorang dapat tidak terdiagnosis autisme hingga dewasa karena gejalanya tidak selalu jelas atau tertutup oleh adaptasi sosial yang ia pelajari sendiri. Bahkan, banyak yang tumbuh dengan prestasi akademik tinggi, karena autisme tidak selalu menurunkan kecerdasan. Namun, cara otaknya memproses sosial, bahasa, sensorik, dan emosi tetap berbeda.

Beberapa orang dewasa bahkan sudah belajar “masking”. Mereka meniru gesture orang lain, menghafal pola respon sosial, dan menyesuaikan diri agar terlihat normal. Di luar, ia tampak baik-baik saja. Padahal di dalam, ia merasa lelah.

Tanda Umum Yang Sering Terlihat Namun Tidak Disadari

Orang dewasa yang berada dalam spektrum autisme sering merasa bingung dengan komunikasi sosial yang tersirat. Mereka mengalami kesulitan memahami bahasa non-literal seperti sindiran, double meaning, bahasa basa-basi, atau aturan non tertulis dalam pergaulan.

Ada pula pola lain yang sering muncul, seperti kesulitan mempertahankan kontak mata, tidak nyaman dalam percakapan small talk, cenderung sangat fokus pada satu minat tertentu, memiliki rutinitas yang sangat kuat dan bisa panic atau sangat terganggu jika jadwal berubah mendadak.

Dalam aspek sensorik, banyak orang dewasa autis sensitif terhadap suara tertentu, cahaya yang terlalu terang, tekstur baju tertentu, atau keramaian yang penuh stimulus. Tidak sedikit juga yang kelelahan sosial, merasa drained setelah banyak interaksi, mengalami shutdown, atau meltdown ketika overload.

Page: 1 2

Gunawan

Recent Posts

21 Kilometer dari Pantai Barat Pangandaran, PSDKU Unpad Pangandaran Bisa Jadi Pilihan untuk Kuliah

RADARPANGANDARAN.COM - Selain memiliki wisata unggulan, di Kabupaten Pangandaran juga terdapat perguruan tinggi negeri (PTN)…

6 jam ago

Ini Pilihan Wisata Pantai di Priangan Timur, Salah Satunya Jadi Favorit di Momen Libur

RADARPANGANDARAN.COM - Di wilayah Priangan Timur terdapat berbagai destinasi wisata, salah satunya wisata pantai. Wisata…

7 jam ago

Realme P4 Power 5G dengan Baterai 10.001 mAh dan Fast Charging 80W

RADARPANGANDARAN.COM - Realme P4 Power 5G hadir dengan baterai 10.001 mAh, fast charging 80W, dan…

8 jam ago

Motorola Moto G06 Power dengan Quad Pixel dan Gorilla Glass 3, Kamera Terang dan Layar Tangguh

RADARPANGANDARAN.COM - Motorola Moto G06 Power hadir dengan kamera 50MP Quad Pixel, Gorilla Glass 3,…

9 jam ago

Bikin Foto Liburan di Malaysia Tampak Sinematik dengan Prompt Gemini AI Bahasa Indonesia Ini

RADARPANGANDARAN.COM - Prompt Gemini AI Bahasa Indonesia kini menjadi solusi kreatif bagi siapa saja yang…

9 jam ago

Motorola Edge 70 Fusion Hadir dengan Snapdragon 7s Gen 4 dan Kamera 50 MP Sony LYTIA

RADARPANGANDARAN.COM - Motorola Edge 70 Fusion segera rilis dengan Snapdragon 7s Gen 4 dan kamera…

10 jam ago

This website uses cookies.