Risiko paling umum adalah diare, mual, dan sakit perut akibat bakteri seperti E. coli atau Salmonella.
Dalam kasus yang lebih parah, air yang tidak steril dapat memicu infeksi saluran pencernaan atau keracunan ringan.
Selain bakteri, air isi ulang yang tidak terjaga kualitasnya juga dapat mengandung logam berat seperti timbal (Pb) dan zat kimia berbahaya lainnya.
Lakukan beberapa langkah sederhana untuk memastikan air galon isi ulang aman diminum.
Banyak orang menganggap air isi ulang memiliki kualitas yang sama dengan air kemasan bermerek, padahal kenyataannya berbeda.
Produsen air kemasan bermerek biasanya menyaring, mengozonisasi, dan menguji air di laboratorium secara ketat sebelum mereka mengedarkannya ke pasaran.
Sebaliknya, air galon isi ulang sering kali tidak melalui tahap uji laboratorium rutin. Meskipun sebagian depot menggunakan peralatan modern, pengawasannya yang longgar membuat mereka sulit memastikan kualitas air secara konsisten.
Agar tetap aman, lakukan beberapa tips berikut:
Dengan langkah-langkah ini, kamu dapat mengurangi risiko penyakit akibat air yang tidak steril dan memastikan kebutuhan air harian tetap aman.
Page: 1 2
RADARPANGANDARAN.COM - Prompt Gemini AI Bahasa Indonesia kini menjadi cara kreatif untuk edit foto jadi…
RADARPANGANDARAN.COM - Oppo Reno15 F 5G hadir dengan baterai 7000 mAh, fast charging 80W, dan…
RADARPANGANDARAN.COM - Jalan-jalan ke Pantai Batukaras Pangandaran bisa sekalian nyari spot ngopi yang kekinian. Di…
RADARPANGANDARAN.COM - Perawatan jack point EV sangat penting karena posisi salah dapat merusak struktur dan baterai.…
RADARPANGANDARAN.COM - Rely R08 Limited Edition resmi meluncur di Rely R08 UAE dengan desain premium,…
RADARPANGANDARAN.COM - Bobotoh dan pendukung Persita harus tahu. Live pertandingan Persib vs Persita pada malam…
This website uses cookies.