Risiko paling umum adalah diare, mual, dan sakit perut akibat bakteri seperti E. coli atau Salmonella.
Dalam kasus yang lebih parah, air yang tidak steril dapat memicu infeksi saluran pencernaan atau keracunan ringan.
Selain bakteri, air isi ulang yang tidak terjaga kualitasnya juga dapat mengandung logam berat seperti timbal (Pb) dan zat kimia berbahaya lainnya.
Cara Memastikan Air Galon Isi Ulang Aman Dikonsumsi
Lakukan beberapa langkah sederhana untuk memastikan air galon isi ulang aman diminum.
- Pertama, pastikan depot memiliki izin resmi dari Dinas Kesehatan atau lembaga pengawas setempat. Izin ini menandakan bahwa depot telah melalui pemeriksaan standar kebersihan dan kualitas air.
- Kedua, perhatikan kondisi fisik galon. Jangan gunakan galon yang berbau, retak, atau menguning karena dapat menandakan adanya pertumbuhan bakteri.
- Ketiga, simpan air galon di tempat bersih dan tidak terkena sinar matahari langsung agar kualitas air tetap terjaga.
Air Galon Isi Ulang vs Air Kemasan Bermerek
Banyak orang menganggap air isi ulang memiliki kualitas yang sama dengan air kemasan bermerek, padahal kenyataannya berbeda.
Produsen air kemasan bermerek biasanya menyaring, mengozonisasi, dan menguji air di laboratorium secara ketat sebelum mereka mengedarkannya ke pasaran.
Sebaliknya, air galon isi ulang sering kali tidak melalui tahap uji laboratorium rutin. Meskipun sebagian depot menggunakan peralatan modern, pengawasannya yang longgar membuat mereka sulit memastikan kualitas air secara konsisten.
Tips Aman Mengonsumsi Air Galon Isi Ulang
Agar tetap aman, lakukan beberapa tips berikut:
- Gunakan galon pribadi yang selalu dicuci dengan air panas sebelum diisi ulang.
- Pilih depot air yang menjaga kebersihan tempat dan menggunakan alat modern.
- Hindari membeli air dari depot yang terlihat kotor atau pekerjanya tidak memakai sarung tangan.
- Rebus air isi ulang sebelum diminum, terutama jika digunakan untuk anak-anak atau lansia.
- Ganti galon secara berkala agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya mikroba.
Dengan langkah-langkah ini, kamu dapat mengurangi risiko penyakit akibat air yang tidak steril dan memastikan kebutuhan air harian tetap aman.












