1. Vaksinasi rutin sesuai jadwal dari dokter hewan.
2. Batasi aktivitas hewan agar tidak berkeliaran bebas, terutama di daerah dengan kasus rabies tinggi.
3. Hindari kontak hewan peliharaan dengan satwa liar yang berpotensi membawa rabies.
4. Tingkatkan kebersihan kandang dan lingkungan untuk mendukung daya tahan tubuh hewan.
Dengan langkah-langkah tersebut, risiko penularan rabies bisa ditekan seminimal mungkin.
Hewan Peliharaan Diduga Terjangkit Rabies? Bagaimana Kamu Menghadapinya?
Hewan peliharaan seperti kucing dan anjing sebenarnya bisa menjadi sahabat setia manusia. Namun, mereka juga berpotensi membawa rabies bila tidak mendapatkan vaksinasi yang tepat.
Jika peliharaanmu menunjukkan gejala seperti perubahan perilaku, air liur berlebihan, atau agresif tanpa sebab, segera lakukan langkah berikut:
1. Isolasi hewan dan hindari kontak langsung.
2. Segera konsultasi dengan dokter hewan untuk pemeriksaan dan observasi.
3. Laporkan ke dinas kesehatan atau dinas peternakan jika ditemukan kasus rabies di lingkungan sekitar.
Langkah Apa yang Kamu Lakukan Jika Terkena Gigitan dari Hewan Diduga Rabies?
Jika tergigit atau terluka akibat hewan yang dicurigai rabies, langkah cepat ini bisa menyelamatkan nyawamu:
1. Segera bersihkan luka dengan air mengalir dan sabun antiseptic selama minimal 15 menit.
2. Gunakan disinfektan atau alkohol 70% jika tersedia.
3. Segera ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan Post-Exposure Prophylaxis (PEP), yaitu vaksin rabies setelah paparan. Dalam kondisi tertentu, dokter juga akan memberikan rabies immunoglobulin (RIG).







