Bukan Malas, Cuma Capek Jadi Hebat Terus

RADARPANGANDARAN.COM- Bukan malas, cuma cape jadi hebat terus adalah keluhan digital, di mana istirahat sering disalahartikan sebagai kemalasan.  Kita hidup dalam masyarakat di mana orang-orang saling berkompetisi untuk menunjukkan kesuksesan dan produktivitas secara terus menerus.

Sebenarnya, banyak orang muda kini bukan tidak mau beraksi atau berupaya mereka justru merasa kehabisan tenaga untuk terus mencapai prestasi.

Kelelahan ini bukannya merupakan tanda menyerah, tetapi adalah respon alamiah terhadap tekanan sosial yang berlebihan.

Ekspektasi yang Tidak Masuk Akal Menghimpit

Setiap hari, kita dihadapkan pada tuntutan kesuksesan yang terus berubah. Permintaan ini memaksa kita untuk meraih daftar prestasi yang terlalu panjang di usia dua puluhan, seharusnya kita memiliki karier mapan, bisa bepergian ke luar negeri, menjalankan bisnis sampingan, memiliki tubuh yang sempurna, dan menjalin hubungan yang baik.

Ironisnya, sangat sedikit orang yang membahas betapa melelahkannya usaha untuk memenuhi semua tuntutan tersebut sekaligus.

 Tekanan ini menciptakan perlombaan tanpa akhir yang menguras energi fisik dan mental kita.

Tegangan dari Lingkungan yang Selalu Mengawasi

Media sosial telah secara signifikan mengubah kehidupan menjadi ajang kompetisi yang tanpa batasan. Setiap kali kita mengintip timeline, selalu ada sosok lain yang tampak “lebih sukses” atau melakukan aktivitas yang lebih menakjubkan.

 Sebagai hasilnya, kita mulai merasa ketinggalan, meskipun sebenarnya kita berada dalam kondisi yang cukup baik.