RADARPANGANDARAN.COM –Â Taman minimalis satu pohon menjadi solusi efektif karena strategi single focal point menciptakan ketenangan visual dan kesan luas.
Pendekatan ini, secara khusus, cocok untuk rumah dengan lahan terbatas.
Dengan demikian, satu elemen dominan membantu mata fokus dengan jelas.
Akibatnya, desain taman terasa rapi tanpa banyak distraksi.
Konsep ini pun sering diterapkan pada rumah minimalis modern.
Selain itu, perawatan taman menjadi jauh lebih mudah.
Pemilik rumah, pada dasarnya, tidak memerlukan banyak tanaman.
Cukup satu pohon tepat sebagai pusat perhatian utama.
Desain seperti ini, pada akhirnya, menghindari kesan penuh dan sempit.
Sebaliknya, ruang kosong justru memperkuat karakter taman.
Strategi ini, karena itu, banyak dipakai arsitek lanskap profesional.
Pendekatan ini juga selaras dengan prinsip minimalis global.
Alhasil, taman terasa lebih tenang dan terkontrol.
Karena alasan tersebut, konsep ini semakin populer di perkotaan.
Prinsip Single Focal Point pada Taman Minimalis
Single focal point berarti satu elemen utama mendominasi keseluruhan komposisi taman.
Dalam desain lanskap, satu pusat visual memberikan hierarki ruang yang jelas.
Buku Time-Saver Standards for Landscape Architecture menjelaskan prinsip ini secara rinci.
Satu elemen kuat, pada praktiknya, lebih efektif daripada banyak elemen kecil.
Pendekatan ini sangat ideal untuk taman berukuran kecil.
Selain itu, mata manusia secara alami mencari pusat perhatian.
Jika terlalu banyak fokus, taman justru terlihat berisik.







