Karena itu, satu pohon utama menjadi pilihan terbaik.
Pohon berfungsi sebagai elemen arsitektural taman.
Dengan demikian, pohon bukan sekadar tanaman penghias.
Prinsip “less is more” terasa sangat kuat di sini.
Elemen minimal, pada akhirnya, menciptakan makna yang lebih kuat.
Taman Jepang juga, secara tradisional, memakai konsep serupa.
Satu pohon, karena itu, menjadi jiwa taman.
Elemen lain hanya berperan mendukung secara halus.
Ruang kosong pun memberi napas visual yang penting.
Buku The Garden as Art menekankan peran negative space.
Tanpa ruang kosong, fokus utama kehilangan kekuatannya.
Karena alasan itu, hardscape dibuat sederhana.
Tanaman bawah juga dibatasi jumlahnya.
Hasilnya, komposisi taman terasa seimbang dan tenang.
Penerapan Taman Satu Pohon Utama di Iklim Tropis
Taman satu pohon utama sangat relevan untuk iklim tropis.
Dengan pendekatan ini, desain mengurangi kepadatan tanaman berlebih.
Akibatnya, kelembapan taman menjadi lebih terkendali.
Selain itu, perawatan taman terasa lebih ringan.
Satu pohon berkanopi ringan, pada praktiknya, lebih efektif.
Contohnya kamboja, ketapang kencana, atau tabebuya.
Pohon tersebut memberi bayangan tanpa membuat taman gelap.
Selain itu, sirkulasi udara tetap lancar.
Hal ini penting untuk kenyamanan rumah.
Banyak courtyard modern mengandalkan satu pohon dominan.
Hardscape dirancang bersih dan tegas.
Sementara itu, understory planting digunakan secara minimal.
Pendekatan ini cocok untuk rumah tipe 36 dan 45.
Taman pun terasa lebih luas dari ukuran sebenarnya.







