Susunan ini menciptakan kedalaman visual alami.
Selain ukuran, tekstur juga memegang peran penting.
Tekstur halus di depan memberi kesan dekat.
Sementara itu, tekstur kasar di belakang terasa lebih jauh.
Transisi tekstur membantu mata membaca jarak ruang.
Prinsip ini muncul dalam teori persepsi visual arsitektur.
Pendekatan ini banyak digunakan desainer lanskap profesional.
Dengan demikian, taman terasa lebih dalam tanpa memperluas lahan.
Teknik Praktis Menciptakan Taman Kedalaman Visual
Selain layering tanaman, perspektif ruang sangat menentukan hasil desain.
Jalur taman yang menyempit ke belakang menciptakan ilusi panjang.
Desainer mengenal teknik ini sebagai narrowing perspective.
Selain itu, pengulangan elemen memperkuat persepsi kedalaman.
Misalnya, desainer mengulang pot, batu, atau pola lantai.
Namun, ukuran elemen sebaiknya mengecil ke arah belakang.
Dengan begitu, mata terdorong melihat ke area terdalam.
Framing view juga sering muncul dalam taman modern.
Tanaman atau dinding rendah membingkai arah pandang tertentu.
Desainer menempatkan fokus visual secara halus.
Pendekatan ini dikenal sebagai soft focal point.
Teknik ini membuat taman terasa lebih tenang.
Japanese Garden Society sering menerapkan konsep serupa.
Mereka menyebut teknik ini sebagai borrowed scenery atau shakkei.
Desainer memanfaatkan elemen luar taman sebagai latar visual.
Dengan demikian, ruang terasa lebih luas dari ukuran sebenarnya.
Kombinasi teknik ini menghasilkan depth illusion taman yang optimal.
Hasilnya, taman kecil tampil lebih hidup dan berlapis.







