Desain Taman Minimalis yang Aman dari Jamur Dinding Rumah

RADARPANGANDARAN.COM – Taman minimalis perlu dirancang cermat karena jarak tanam dan sirkulasi udara memengaruhi risiko jamur dinding.

Secara umum, jamur sering muncul bukan karena kualitas cat yang buruk.

Sebaliknya, desain taman sering menjadi sumber utama masalah.

Tanaman yang terlalu dekat membuat dinding terus-menerus lembap.

Kondisi tersebut kemudian memicu pertumbuhan jamur secara perlahan.

Menurut pedoman bangunan sehat Kementerian PUPR, dinding harus terhindar dari paparan lembap berkelanjutan.

Karena itu, perancang tidak menyarankan vegetasi menempel langsung pada dinding bangunan.

Area sekitar dinding perlu memiliki aliran udara yang baik.

Oleh sebab itu, konsep taman minimalis harus memperhatikan jarak tanam secara serius.

Namun demikian, desain yang terlihat rapi tidak selalu berarti aman.

Tanpa sirkulasi udara, kelembapan akan terperangkap di sekitar dinding.

Dalam iklim tropis, kondisi ini semakin meningkatkan risiko jamur.

Bahkan, jamur dapat muncul meski pemilik baru saja mengecat dinding.

Masalah ini biasanya terlihat jelas setelah musim hujan.

Dengan demikian, perencanaan awal menjadi kunci utama pencegahan jamur.

Jarak Tanam Ideal untuk Taman Minimalis yang Sehat

Jarak tanam berperan sebagai faktor utama pencegah jamur pada dinding rumah.

Secara internasional, standar lanskap menyarankan jarak minimal 40–60 sentimeter dari dinding.

Time-Saver Standards for Landscape Architecture menegaskan pentingnya ruang sirkulasi tersebut.

Tanaman yang ditanam terlalu rapat membuat air sulit mengering.