Dalam konteks ini, taman depan berfungsi sebagai buffer visual kawasan.
Desainer membuat taman terbuka dan tidak mendominasi fasad.
Karena itu, developer umumnya melarang modifikasi besar pada taman depan.
Prinsip ini sejalan dengan Housing Estate Landscape Design Guidelines.
Panduan tersebut memandang front yard sebagai bagian ruang publik.
Oleh karena itu, desain taman harus rendah dan terbuka.
Pendekatan ini menjaga keteraturan visual antar rumah.
Selain itu, pengelola kawasan dapat merawat lingkungan dengan lebih mudah.
Estetika seragam juga meningkatkan kenyamanan visual penghuni.
Lingkungan pun terasa lebih tenang dan tertata.
Cara Menjaga Desain Personal dalam Batas Taman Minimalis
Meskipun seragam, taman minimalis tetap dapat mencerminkan selera pemilik rumah.
Penghuni biasanya melakukan personalisasi melalui elemen non-struktural.
Pemilihan jenis tanaman menjadi cara paling umum.
Tanaman berdaun kecil menciptakan kesan rapi dan modern.
Sebaliknya, tanaman berbunga menghadirkan aksen visual yang lembut.
Taman minimalis menekankan jumlah elemen yang terbatas.
Karena itu, penghuni sebaiknya memilih tanaman dengan bentuk jelas.
Selain tanaman, penggunaan pot juga menambah sentuhan personal.
Pemilik rumah dapat menyesuaikan warna pot dengan fasad.
Namun demikian, mereka tetap perlu membatasi jumlah pot.
Selain itu, banyak penghuni menambahkan pencahayaan non-permanen.
Lampu taman kecil menciptakan suasana hangat pada malam hari.
Developer umumnya mengizinkan pencahayaan sederhana.
Namun, mereka membatasi instalasi permanen.









