Modul berbasis skala manusia menjaga proporsi ruang tetap nyaman.
Desainer sering menggunakan ukuran modul 60 atau 120 sentimeter.
Lebar jalur taman mengikuti ukuran modul tersebut.
Desainer juga menyesuaikan jarak tanaman dengan grid.
Akibatnya, pengguna merasakan taman lebih nyaman dilalui.
Pendekatan ini mencegah kesan ruang yang sempit.
Selain itu, desainer dapat menghindari kesalahan skala.
Dengan demikian, grid berfungsi sebagai alat kontrol desain.
Penerapan Desain Taman Modular yang Konsisten
Arsitek lanskap modern banyak menerapkan desain taman modular.
Sebagai contoh, Dan Kiley menggunakan grid pohon secara konsisten.
Ia menanam pohon dengan jarak terukur dan disiplin.
Hasilnya, taman tampil tenang dan tertata.
Selain itu, Peter Walker menerapkan pendekatan serupa.
Ia menggunakan grid untuk mencegah kekacauan visual.
Pendekatan ini sangat cocok untuk rumah minimalis modern.
Menurutnya, manusia merasa nyaman pada ruang yang mudah dipahami.
Grid membantu pengguna membaca pola ruang dengan jelas.
Dalam praktik modern, desainer sering memakai modul paving 60×60 sentimeter.
Mereka menempatkan stepping stone mengikuti garis grid.
Desainer meletakkan tanaman pada titik pertemuan modul.
Pendekatan ini banyak terlihat pada taman Jepang modern.
Rumah kontemporer Eropa juga mengadopsi sistem ini.
Dengan pendekatan tersebut, desain tampil konsisten tanpa kesan kaku.
Pada akhirnya, disiplin terhadap modul menjadi kunci utama.
Taman minimalis grid menawarkan desain taman modular yang konsisten dan terukur.







