Pemilik rumah juga harus mematuhi garis sempadan bangunan.
Pemerintah daerah biasanya mengatur ketentuan ini melalui Peraturan Daerah (Perda).
Transisi ke aspek drainase juga krusial.
SNI Drainase Lingkungan melarang penutupan saluran air.
Saluran harus tetap terbuka dan berfungsi.
Jika drainase terganggu, pelanggaran bisa terjadi.
Karena itu, desain taman harus menjaga aliran air.
Kementerian Lingkungan Hidup juga menekankan resapan tanah.
Perencana hunian menganjurkan penerapan ruang hijau mikro untuk menciptakan lingkungan rumah yang sehat.
Dengan memahami regulasi yang berlaku, pemilik rumah dapat menghindari risiko sanksi.
Solusi Murah Taman Rumah Subsidi yang Aman Aturan
Solusi murah menjadi kunci desain taman rumah subsidi.
Tanaman langsung di tanah merupakan pilihan utama.
Cara ini mendukung resapan air alami.
Selain itu, biayanya relatif sangat rendah.
Banyak pengembang resmi menerapkan metode ini.
Banyak pemilik rumah menggunakan stepping stone lepas sebagai solusi jalur taman.
Batu pijak tidak bersifat permanen.
Air tetap dapat meresap dengan baik.
Pemilik rumah perlu memperhatikan transisi menuju area pot tanaman.
Gunakan pot portable berbahan plastik atau tanah liat.
Pemilik rumah sebaiknya menghindari pot beton permanen karena sulit dibongkar.
Ruang terbuka kecil tetap memberi manfaat lingkungan.
Selain itu, tanaman penutup tanah efektif dan murah.
Rumput gajah mini sering menjadi pilihan populer.
Perancang taman juga menganjurkan penggunaan material berpori untuk jalur pijak.
Kerikil atau batu alam mendukung drainase.








