RADARPANGANDARAN.COM- Pakaian thrifting kini menjadi tren besar di kalangan anak muda karena harga nya yang relatif mudah dan terjangkau.
Banyak orang beralih ke pakaian bekas impor karena harganya murah dan modelnya unik. Namun di balik popularitasnya, pakaian thrifting ternyata menyimpan bahaya yang sering diabaikan.
Berikut penjelasan lengkap risiko memakai pakaian thrifting dan alasan mengapa kamu harus lebih berhati-hati sebelum membelinya.
Pakaian Thrifting dan Alasan di Balik Kepopulerannya
Pakaian thrifting menarik minat banyak orang karena menawarkan harga yang sangat terjangkau. Selain itu, pilihan modelnya beragam dan sering kali sulit ditemukan di toko biasa.
Banyak orang merasa bangga menemukan barang branded dengan harga murah di toko thrifting. Dengan semakin maraknya konten media sosial, tren pakaian thrifting juga menjadi gaya hidup baru bagi generasi muda.
Namun, di balik semua kelebihannya, tidak sedikit orang yang belum memahami proses di balik pakaian thrifting.
Sebagian besar pakaian bekas impor datang dari negara maju dan melewati proses pengumpulan yang panjang.
Bahaya Bakteri dan Jamur pada Pakaian Thrifting
Bahaya utama dari pakaian thrifting berasal dari bakteri dan jamur yang menempel pada serat kain. Banyak pakaian bekas berasal dari tempat penyimpanan lembap yang dapat memicu pertumbuhan mikroorganisme berbahaya.
Ketika seseorang mengenakan pakaian thrifting tanpa mencucinya dengan benar, risiko terkena penyakit kulit meningkat secara signifikan.
Selain jamur, pakaian thrifting juga berpotensi membawa tungau dan kutu. Hewan mikroskopis ini bisa menyebabkan gatal, ruam, bahkan infeksi serius jika dibiarkan.
Proses Pembersihan yang Wajib Diketahui Pembeli
Membersihkan pakaian thrifting tidak cukup hanya dengan mencuci seperti biasa. Kamu perlu merendam pakaian ini dalam air panas untuk membunuh kuman dan bakteri yang menempel.







