Dengan memilih satu produk yang tahan lama, mereka secara tidak langsung mengurangi produksi limbah. Misalnya, membeli satu tas berkualitas baik yang cocok untuk berbagai kesempatan lebih ramah lingkungan dibandingkan membeli beberapa tas murah yang cepat rusak.
Selain itu, tren ini juga membantu menumbuhkan pola pikir yang lebih hemat energi dan sumber daya. Dengan demikian, YONO tidak hanya menjadi gaya hidup tetapi juga langkah nyata untuk mendukung keberlanjutan.
YONO dan Gaya Hidup Stylish
Meski mengusung konsep minimalisme, YONO tidak mengorbankan penampilan. Gen Z justru melihat tren ini sebagai cara untuk lebih kreatif dalam memadukan gaya.
Misalnya, seseorang yang memilih satu jaket berkualitas bisa memadukannya dengan berbagai jenis bawahan dan aksesori untuk menciptakan tampilan yang berbeda-beda.
Dengan cara ini, mereka tidak hanya menghemat ruang penyimpanan tetapi juga memperlihatkan karakter pribadi yang unik.
Selain itu, YONO juga menekankan pentingnya kesadaran diri terhadap apa yang benar-benar dibutuhkan. Alih-alih mengikuti tren musiman, mereka memilih barang yang sesuai dengan gaya hidup, kepribadian, dan kenyamanan mereka sendiri.
Dampak Ekonomi dan Psikologis
Selain bermanfaat bagi lingkungan, YONO juga berdampak positif terhadap keuangan pribadi. Dengan membeli lebih sedikit barang, Gen Z dapat mengalokasikan uang untuk pengalaman yang lebih berharga, seperti perjalanan, pengembangan diri, atau investasi masa depan.
Lebih lanjut, memiliki sedikit barang yang berkualitas juga membantu mengurangi stres. Banyak orang merasa lebih ringan dan fokus ketika tidak dikelilingi oleh barang-barang yang berlebihan.













