Fenomena YONO di Kalangan Gen Z: Minimalis tapi Tetap Stylish

RADARPANGANDARAN.COM– Di tengah gempuran tren konsumtif dan budaya belanja cepat, Gen Z justru menghadirkan fenomena unik yang disebut YONO atau You Only Need One.

Tren ini menekankan pentingnya memiliki satu barang yang benar-benar dibutuhkan, bukan banyak barang yang jarang dipakai. Fenomena ini muncul sebagai respons terhadap gaya hidup yang serba cepat sekaligus kesadaran untuk lebih ramah lingkungan.

YONO tidak hanya berbicara tentang minimalisme, tetapi juga tentang gaya hidup yang sadar dan penuh pertimbangan. Dengan memilih satu barang yang tepat, Gen Z tetap bisa tampil stylish tanpa harus menumpuk koleksi yang berlebihan.

Mengapa YONO Menjadi Tren di Kalangan Gen Z

Gen Z dikenal sebagai generasi yang lebih melek teknologi, kreatif, dan kritis terhadap isu lingkungan. Oleh karena itu, mereka cenderung memilih gaya hidup yang praktis, efisien, dan berkelanjutan. Fenomena YONO hadir sebagai jawaban atas kebutuhan itu.

Selain itu, YONO mencerminkan pergeseran nilai dari kuantitas ke kualitas. Alih-alih membeli banyak pakaian atau aksesori yang cepat bosan, Gen Z lebih suka berinvestasi pada satu produk berkualitas yang tahan lama dan multifungsi.

Dengan begitu, mereka tetap bisa mengekspresikan gaya tanpa merusak lingkungan atau menghabiskan banyak biaya.

Kesadaran Lingkungan yang Semakin Kuat

Kesadaran akan isu lingkungan menjadi salah satu pendorong utama tren YONO. Fast fashion dan konsumsi berlebihan telah lama menjadi penyumbang limbah terbesar di dunia.

Karena itu, banyak anak muda mulai mempertanyakan kebiasaan belanja impulsif dan mencari alternatif yang lebih bijak.