Galon Air Sehat? Waspadai BPA dan Pilih yang Tepat untuk Keluarga

Journal of Environmental Science and Health (2019) menemukan bahwa galon yang digunakan lebih dari 40 kali isi ulang melepaskan BPA dalam jumlah lebih tinggi. Paparan ini mungkin tetap di bawah batas yang diatur oleh badan pengawas, tetapi paparan jangka panjang tetap berisiko bagi kesehatan.

Bagaimana Menentukan Batas Aman?

Setiap lembaga memberi standar berbeda. European Food Safety Authority (EFSA) pada 2023 menurunkan batas aman konsumsi harian BPA menjadi 0,2 nanogram per kilogram berat badan per hari, jauh lebih ketat dari standar lama sebesar 4 mikrogram. Penurunan tajam ini menunjukkan semakin kuatnya bukti ilmiah tentang bahaya BPA bahkan pada dosis kecil.

Di Indonesia, BPOM mengatur agar migrasi BPA dari plastik tidak melebihi ambang batas tertentu sebelum produk bisa dipasarkan. Artinya, secara hukum galon Non BPA Free masih aman, tetapi masyarakat tetap perlu bijak dalam penggunaannya.

Tips Praktis Membedakan Galon BPA Free dan Non BPA Free

Masyarakat sering kesulitan membedakan galon BPA Free dan Non BPA Free karena bentuknya hampir sama. Namun, ada beberapa cara sederhana yang bisa membantu.

Pertama, konsumen bisa memeriksa kode daur ulang di bagian bawah galon. Galon berbahan polikarbonat yang berpotensi mengandung BPA biasanya berlabel “7” atau huruf PC (polycarbonate), sedangkan galon BPA Free umumnya menggunakan kode “1” (PET/PETE) atau bertuliskan BPA Free.

Kedua, konsumen bisa memperhatikan kejernihan plastik. Galon Non BPA Free cenderung lebih jernih, sementara galon BPA Free berbahan PET sering tampak kebiruan atau kehijauan.