Ketiga, konsumen bisa mencari label resmi bertuliskan “BPA Free” yang kini banyak produsen cantumkan. Terakhir, kondisi fisik juga memberi petunjuk.
Galon Non BPA Free lebih tahan lama, tetapi jika sudah buram atau tergores, risiko pelepasan BPA meningkat. Galon BPA Free berbahan PET lebih ringan, namun perlu diganti lebih cepat meski tidak mengandung BPA.
Mana yang Lebih Baik? BPA Free atau Non BPA Free?
Konsumen kini bisa memilih antara dua pilihan. Galon Non BPA Free lebih murah dan banyak tersedia, tetapi memiliki risiko pelepasan zat kimia yang meningkat seiring usia pemakaian.
Sebaliknya, galon BPA Free relatif lebih mahal, namun memberi rasa aman karena produsen tidak menggunakan bahan kimia yang kontroversial. Dalam jangka panjang, galon BPA Free lebih sesuai untuk keluarga, terutama jika ada anak kecil yang lebih rentan terhadap dampak BPA.
BPA adalah zat kimia yang banyak terdapat dalam plastik galon dan dapat berpindah ke air minum. Paparan jangka panjang bisa mengganggu sistem hormon dan menimbulkan berbagai masalah kesehatan.
Galon BPA Free menawarkan solusi lebih aman karena tidak menggunakan bahan berbahaya tersebut, sedangkan galon Non BPA Free tetap memiliki risiko yang meningkat seiring usia pemakaian.
Dengan mengenali kode daur ulang, label, dan kondisi fisik galon, konsumen bisa memilih produk yang tepat. Masyarakat sebaiknya mulai mempertimbangkan penggunaan galon BPA Free sebagai investasi kesehatan keluarga di masa depan.







