Hamster sama Tikus Ternyata Masih Sodaraan - Photo by Unsplash
RADARPANGANDARAN.COM – Hamster sering kita pandang sebagai hewan lucu, imut, dan cocok jadi hewan peliharaan. Sebaliknya, tikus sering kita lihat sebagai hewan liar, berisik, dan identik dengan got atau tempat kotor. Dua citra ini bertolak belakang sekali.
Namun banyak yang belum tahu, kalau berdasarkan sains dan klasifikasi zoologi, hamster dan tikus itu sebenarnya masih “sodaraan” di satu keluarga besar hewan pengerat.
Ternyata, hewan lucu yang kamu beliin hamster wheel di pet shop dan hewan yang kamu takuti saat muncul di dapur rumah, punya nenek moyang yang sama dalam garis evolusi. Ini menarik, karena persepsi manusia terhadap kedua hewan ini sangat dipengaruhi citra, bukan semata struktur biologis.
Banyak orang nggak percaya. Banyak pula yang denial. Tapi realitanya, dari sisi biologi dan klasifikasi, hamster itu sebenarnya masih sodaraan sama tikus. Keduanya masuk dalam ordo besar bernama Rodentia, yang artinya memang sama-sama hewan pengerat.
Lalu lebih spesifik lagi, dua-duanya berada dalam superkeluarga Muroidea. Yakni sebuah rombongan besar yang di dalamnya ada hamster, vole, lemming, tikus dunia baru, sampai tikus rumahan yang sering kita lihat di film kartun.
Namun setelah di dalam superkeluarga itu, jalurnya sudah beda. Hamster masuk famili Cricetidae, sedangkan tikus umum yang kita kenal masuk ke famili Muridae. Ibarat saudara jauh beda marga, sama-sama pendahuluannya, tapi klan besarnya udah bukan satu rumah lagi.
Hamster dan tikus memang bisa terlihat mirip karena ukuran tubuh yang sama-sama mungil, gigi seri yang terus tumbuh, dan kemampuan menggigit apa saja. Tetapi struktur tubuh dan tampilan fisiknya nyata berbeda. Hamster berbadan bulat, pipih, gemuk, dan ekornya pendek. Tikus justru ramping, panjang, dan ekornya sungguh khas, panjang dan kurus.
Hamster punya fitur ikonik yang tikus tidak punya, misalnya kantung pipi. Ini bukan sekedar pipi chubby lucu instagenic, ini adalah organ fungsional yang bisa mekar untuk menimbun makanan dan dibawa masuk ke sarang. Tikus tidak punya itu. Hamster pun secara naluri lebih suka menyimpan makanan, hidup soliter, dan dominan aktif di malam hari.
Tikus sebaliknya cenderung hewan sosial. Mereka bisa hidup berkelompok, adaptif, dan punya sistem komunikasi sesama yang lebih kompleks. Bila hamster cenderung punya personal space besar dan gampang stress kalau crowded, tikus justru bisa thrive dalam koloni.
Page: 1 2
RADARPANGANDARAN.COM - Prompt Gemini AI Bahasa Indonesia kini menjadi cara kreatif untuk edit foto jadi…
RADARPANGANDARAN.COM - Getaran footstep motor muncul karena dudukan mesin retak, rantai tidak center, atau balance terganggu.…
RADARPANGANDARAN.COM - Prompt Gemini AI Bahasa Indonesia kini menjadi solusi populer bagi banyak orang yang…
RADARPANGANDARAN.COM - Risiko water ingress pada komponen elektronik kendaraan dapat menyebabkan korsleting dan korosi serius. Meskipun…
RADARPANGANDARAN.COM - Prompt Gemini AI Bahasa Indonesia kini semakin populer digunakan untuk mengubah foto biasa…
RADARPANGANDARAN.COM - Taman minimalis ROW sempit menjadi solusi efektif untuk perumahan dengan akses kendaraan dekat fasad.…
This website uses cookies.