RADARPANGANDARAN.COM – Sekarang makin banyak pemilik rumah type 36 yang jatuh hati pada taman kering.
Wajar saja, tampilannya simpel, rapi, dan langsung bikin rumah terasa sejuk.
Konsepnya unik, memadukan estetika Jepang yang tenang dengan suasana Bali yang hangat.
Nggak ada rumput atau bunga warna-warni, hanya batu, kerikil, dan kayu alami.
Yang membedakan taman ini adalah lantainya, biasanya memakai kerikil putih atau abu-abu.
Di atasnya, ada beberapa batu besar sebagai pusat perhatian—umumnya jumlahnya ganjil: 3, 5, atau 7 batu.
Inspirasi utamanya memang dari taman Zen Jepang, kare-sansui, yang melambangkan keseimbangan alam.
Agar taman tidak terlihat mati, tambahkan tanaman hijau tua seperti agave atau dracaena.
Pilih yang warnanya agak abu-abu supaya tetap kelihatan alami dan tidak terlalu mencolok.
Hasil akhirnya, taman ini tampak modern, elegan, tapi tetap mudah dirawat.
Kombinasi Gaya Jepang dan Bali di Lahan Minimalis
Membuat taman Jepang-Bali tidak butuh lahan luas kok.
Kuncinya hanya pada penataan dan keseimbangan antara elemen keras (hardscape) dan elemen hidup (softscape).
Letakkan satu batu besar di tengah taman sebagai “hero piece.” Susun sedikit miring supaya kesannya alami, tidak kaku.
Tambahkan batu-batu kecil di sekitarnya agar komposisinya semakin kuat.
Taburkan kerikil putih atau abu-abu di sekeliling batu utama.
Selain estetik, kerikil ini membantu air cepat meresap, sehingga taman tidak becek dan tetap nyaman dipijak.
Supaya nuansa Bali makin terasa, masukkan elemen tanah liat atau kayu—bisa berupa pot, decking tipis, atau pagar bambu.







