RADARPANGANDARAN.COM- Mimisan sering dianggap sepele oleh banyak orang, padahal seseorang mengalami mimisan bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang perlu diperhatikan.
Mimisan atau epistaksis terjadi ketika pembuluh darah di hidung pecah, menyebabkan keluarnya darah secara tiba-tiba.
Mengetahui penyebab mimisan membantu kita menanganinya dengan tepat dan mencegah risiko komplikasi lebih lanjut.
Penyebab Mimisan yang Sering Terjadi
Seseorang mengalami mimisan biasanya karena beberapa faktor umum. Salah satu penyebab utama adalah luka atau iritasi pada lapisan hidung.
Mengupil terlalu dalam, benturan pada hidung, atau cuaca kering dapat merusak pembuluh darah halus, sehingga darah mudah keluar.
Udara kering atau berada di ruangan ber-AC dalam waktu lama membuat lapisan hidung kering dan rapuh. Akibatnya, pembuluh darah di hidung mudah pecah bahkan tanpa benturan.
Mimisan Akibat Kondisi Kesehatan Tertentu
Tidak jarang mimisan menjadi gejala kondisi medis yang lebih serius. Seseorang mengalami mimisan bisa dikaitkan dengan tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi meningkatkan risiko pecahnya pembuluh darah, termasuk di area hidung.
Penyakit seperti hemofilia atau penggunaan obat pengencer darah membuat darah sulit membeku, sehingga mimisan lebih sering terjadi dan sulit berhenti. Selain itu, infeksi sinus, alergi, atau polip hidung dapat memicu iritasi dan menyebabkan mimisan.
Faktor Lingkungan dan Kebiasaan
Lingkungan dan kebiasaan sehari-hari turut memengaruhi terjadinya mimisan. Seseorang mengalami mimisan lebih mudah jika sering terpapar polusi, asap rokok, atau debu.







