Kenali Tanda Autisme Sejak Dini Untuk Masa Depan Anak

RADARPANGANDARAN.COM – Autisme bukan sekadar “anak terlambat ngomong” atau “anaknya pemalu”. Autisme adalah kondisi neurodevelopment yang memengaruhi cara anak berkomunikasi, berperilaku, memahami interaksi sosial, mengatur emosi, hingga cara otaknya memproses dunia sekitarnya.

Setiap anak autis memiliki spektrum yang berbeda-beda. Itulah sebabnya para tenaga medis dunia menyebutnya Autism Spectrum Disorder (ASD). Dan sangat penting bagi orang tua untuk mengenal tanda awal autisme. Karena semakin cepat tertangani, semakin besar peluang anak bisa berkembang secara optimal.

Autisme Bukan Kesalahan Pengasuhan

Para peneliti di Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menegaskan autisme bukan karena pola asuh orang tua, bukan juga dari gadget, bukan pula akibat anak keseringan menyendiri. Autisme adalah kondisi neurologis bawaan yang berhubungan dengan faktor biologis, genetik, dan perkembangan otak.

Dunia medis bahkan menyebut, otak autis memiliki cara kerja yang berbeda sejak awal masa perkembangan. Itu sebabnya deteksi dini sangat penting. Terlalu banyak orang tua yang baru sadar setelah usia sekolah. Padahal kunci intervensi terbaik justru saat toddler masa emas 0 sampai 3 tahun.

Observasi Tandanya Sejak Batita

Orang tua wajib memahami bahwa tanda autisme bisa dilihat sejak usia 12–24 bulan. Jika anak tidak merespon panggilan nama, tidak menunjuk objek yang ia inginkan, jarang menatap mata, bahasa tubuh minim, hingga jarang menunjukkan antusias ketika di ajak bermain, maka itu bukan hal yang boleh anda sepelekan.

Anak autis juga bisa menunjukkan pola repetitif seperti memutar mainan berulang, menyusun benda secara teratur, sangat sensitif terhadap suara tertentu, atau justru tidak merespon suara sama sekali.

Fakta medis yang American Academy of Pediatrics publikasikan, menjelaskan bahwa adanya delay bicara bukan satu-satunya parameter. Anak autis bisa saja berbicara fasih namun tidak memiliki kemampuan interaksi sosial yang sesuai usia.