RADARPANGANDARAN.COM – Konsep love language bukan sekadar topik viral di sosial media, tapi benar-benar ilmu komunikasi relasi yang Gary Chapman perkenalkan. Dalam kehidupan nyata, banyak hubungan justru mudah gagal bukan karena dua orang tidak saling sayang, melainkan karena dua orang itu tidak saling mengerti cara memberikan cinta yang tepat.
Di sinilah 5 tipe love language memainkan peran penting. Masing-masing tipe punya karakteristik, cara mengekspresikan, dan cara menerima cinta yang berbeda. Ketika kita memahami perbedaannya, kita mulai sadar bahwa semua orang sebetulnya punya bahasa yang berbeda dan kita tidak bisa menyamakannya satu sama lain begitu saja.
Words of Affirmation: Merasakan Cinta Lewat Kalimat Positif
Words of Affirmation menempatkan komunikasi verbal sebagai prioritas utama. Orang dengan tipe ini merasa paling dicintai ketika mereka menerima apresiasi verbal, kata pujian, ungkapan sayang, atau pengakuan.
Kata-kata seperti “Aku bangga sama kamu” langsung memberikan dorongan rasa dihargai yang signifikan. Mereka menyimpan memori kalimat tersebut jauh lebih lama daripada barang atau hadiah apapun, sehingga transisinya menjadi jelas bahwa kata bisa mengikat emosi.
Physical Touch: Pelukan Memiliki Makna Lebih Dalam Dari Sekedar Sentuhan
Physical Touch memaknai kontak fisik sebagai bahasa kasih yang paling bermakna. Orang dengan tipe ini merasakan keamanan ketika pasangannya memegang tangan, merangkul, atau sekadar menepuk bahu dengan lembut.
Sentuhan tidak sekadar bermain pada sensualitas, tapi bermain pada kehadiran fisik yang langsung menciptakan kedekatan emosional yang kuat. Kehangatan pelukan pun bertransisi menjadi bentuk komunikasi yang paling efektif untuk tipe ini.







