RADARPANGANDARAN.COM –Â Konsep taman framing view menjadikan taman alat visual yang membingkai pemandangan secara terarah.
Secara umum, arsitek sering menerapkan pendekatan ini pada rumah modern minimalis.
Desainer memosisikan taman sebagai komposisi visual yang terlihat langsung dari dalam rumah.
Karena itu, desainer menjadikan arah pandang sebagai elemen utama perancangan.
Bukaan jendela berfungsi seperti bingkai lukisan yang mengarahkan mata.
Desainer memilih elemen taman untuk memperkuat fokus visual utama.
Dengan pendekatan ini, ruang terasa lebih tenang dan terkontrol.
Selain itu, rumah tampil lebih berkarakter dan ekspresif.
Pendekatan framing membantu desainer mengendalikan apa yang terlihat.
Desainer dapat menyaring pemandangan yang tidak diinginkan.
Sebaliknya, desainer menonjolkan elemen yang paling menarik.
Karena alasan tersebut, banyak arsitek mengadopsi konsep ini.
Desainer mengarahkan pandangan melalui elemen yang dirancang secara sadar.
Oleh karena itu, taman menjadi bagian dari pengalaman ruang.
Taman tidak lagi sekadar pelengkap bangunan.
Prinsip Konsep Taman sebagai Framing View dalam Teori Desain
Konsep framing view berakar dari teori arsitektur lanskap dan desain ruang.
Melalui pola Zen View, desainer mengarahkan pandangan secara sadar.
Dengan demikian, taman berfungsi sebagai fokus visual utama.
Bukaan jendela menjadi alat pembingkaian yang paling dominan.
Desainer memosisikan vegetasi sebagai elemen pengarah pandangan.
Dinding berfungsi membatasi sekaligus mengarahkan visual.







