Sebagai referensi, ArchDaily menampilkan banyak courtyard sempit yang efektif.
Selain itu, pendekatan compact courtyard semakin populer.
Desain lahan sempit menuntut komposisi presisi dan terukur.
Karena itu, desainer memilih warna netral agar tanaman lebih dominan.
Prinsip visual dominance menyatakan 30 persen hijau sudah terasa cukup.
Apalagi jika desainer menjadikan daun sebagai fokus utama.
Tanaman tropis seperti pandan bali sangat cocok untuk konsep ini.
Selain itu, lili paris menawarkan perawatan mudah.
Philodendron outdoor juga menghadirkan tekstur yang menarik.
Dengan kombinasi tepat, ruang kecil terasa lebih lega.
Optimalisasi Lahan Sesuai Batas KDB Ketat
Batas KDB ketat mendorong pemilik memaksimalkan sisa lahan.
Karena itu, strategi permeable surface menjadi sangat penting.
Material seperti grass block membantu meningkatkan resapan air.
Selain itu, paving porous menjaga sirkulasi alami tanah.
Pendekatan ini sekaligus mendukung prinsip RTH privat.
Pemerintah daerah mengatur kewajiban ruang terbuka melalui Peraturan Bangunan Gedung.
Namun demikian, ruang terbuka tidak selalu berarti tanah kosong luas.
Sebaliknya, kombinasi hijau dan perkerasan berpori bekerja lebih efektif.
Selain itu, strategi ini membantu menekan efek panas berlebih.
Studi urban heat island tropis menunjukkan tanaman meningkatkan evapotranspirasi.
Karena itu, strip hijau di sisi rumah memberi dampak mikroklimat signifikan.
Heliconia dwarf tumbuh ideal pada area memanjang.
Sansevieria juga tahan panas dan membutuhkan perawatan minimal.











