RADARPANGANDARAN.COM – Secara umum, taman minimalis berkonsep time-based change dirancang berubah dari pagi hingga malam tanpa berlebihan.
Dengan pendekatan ini, taman tidak lagi bersifat statis sepanjang hari.
Setiap fase waktu menghadirkan pengalaman visual dan emosional yang berbeda.
Saat ini, pendekatan tersebut banyak diterapkan pada desain taman modern.
Oleh karena itu, lanskap ideal perlu mengikuti perubahan waktu.
Karena pertimbangan tersebut, orientasi matahari menjadi faktor utama desain.
Selanjutnya, bayangan tanaman berperan sebagai elemen aktif ruang.
Di pagi hari, taman terasa lembut dan menenangkan.
Sementara itu, taman siang tampil terang dan hidup.
Pada akhirnya, taman malam berubah menjadi ruang relaksasi.
Menariknya, perubahan ini terjadi tanpa mengubah struktur taman.
Sebaliknya, desain hanya memanfaatkan cahaya, material, dan tanaman.
Dengan karakter tersebut, konsep ini cocok untuk hunian modern perkotaan.
Tak hanya estetika, fungsi psikologis ruang juga meningkat.
Alhasil, ruang terasa selalu baru setiap jam.
Karakter Taman Minimalis di Pagi dan Siang Hari
Pada dasarnya, pagi hari menjadi momen penting dalam konsep time-based change.
Secara alami, cahaya pagi bersifat lembut dan tidak menyilaukan.
Selain itu, cahaya pagi turut meningkatkan fokus dan ketenangan.
Pada tahap ini, bayangan tanaman menciptakan ritme visual alami.
Dengan kondisi tersebut, taman terasa lapang meski berukuran minimalis.
Memasuki siang, transisi membawa perubahan karakter yang jelas.
Kini, cahaya matahari menjadi lebih kuat dan merata.













