Kurang Tidur Memicu Amarah Naik dan Gangguan Emosi

Selain itu, kurang tidur kronis dapat memicu masalah kesehatan lain seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan penyakit jantung. Semua kondisi tersebut semakin memperburuk kestabilan emosi dan membuat seseorang terjebak dalam lingkaran stres yang sulit diakhiri.

Cara Mengendalikan Amarah akibat Kurang Tidur

Kurang tidur memicu amarah naik, tetapi masalah ini bisa diatasi dengan kebiasaan sehat. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:

  1. Menetapkan jadwal tidur teratur tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari membantu ritme tubuh lebih stabil.
  2. Mengurangi konsumsi kafein minuman berkafein sebaiknya tidak dikonsumsi menjelang malam.
  3. Menciptakan lingkungan tidur nyaman kamar yang gelap, sejuk, dan tenang memudahkan tidur lebih cepat.
  4. Membatasi penggunaan gawai sinar biru dari layar gadget mengganggu produksi melatonin, hormon pemicu tidur.
  5. Melakukan relaksasi ringan meditasi atau peregangan sederhana dapat membantu menenangkan pikiran sebelum tidur.

Dengan langkah-langkah ini, kualitas tidur bisa meningkat, sehingga emosi lebih stabil dan risiko amarah berlebihan berkurang.

Kurang tidur memicu amarah naik karena otak kehilangan kendali terhadap emosi. Aktivitas amigdala meningkat, kadar serotonin menurun, regenerasi sel terganggu, dan hormon tidak seimbang. Semua kondisi ini membuat seseorang lebih mudah merasa kesal, frustrasi, dan marah.

Tidur yang cukup terbukti menjaga kestabilan emosi, meningkatkan toleransi terhadap stres, serta memperbaiki kesehatan mental secara keseluruhan. Dengan memperhatikan pola tidur, setiap orang dapat mengendalikan amarah dan menjalani hari dengan lebih tenang.