Selain itu, kurang tidur kronis dapat memicu masalah kesehatan lain seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan penyakit jantung. Semua kondisi tersebut semakin memperburuk kestabilan emosi dan membuat seseorang terjebak dalam lingkaran stres yang sulit diakhiri.
Kurang tidur memicu amarah naik, tetapi masalah ini bisa diatasi dengan kebiasaan sehat. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:
Dengan langkah-langkah ini, kualitas tidur bisa meningkat, sehingga emosi lebih stabil dan risiko amarah berlebihan berkurang.
Kurang tidur memicu amarah naik karena otak kehilangan kendali terhadap emosi. Aktivitas amigdala meningkat, kadar serotonin menurun, regenerasi sel terganggu, dan hormon tidak seimbang. Semua kondisi ini membuat seseorang lebih mudah merasa kesal, frustrasi, dan marah.
Tidur yang cukup terbukti menjaga kestabilan emosi, meningkatkan toleransi terhadap stres, serta memperbaiki kesehatan mental secara keseluruhan. Dengan memperhatikan pola tidur, setiap orang dapat mengendalikan amarah dan menjalani hari dengan lebih tenang.
RADARPANGANDARAN.COM - Harapan Persib bertemu Al Nassr di AFC Champions League 2 2025-2026 telah sirna.…
RADARPANGANDARAN.COM - Land Rover Defender MY26 resmi hadir di Indonesia sebagai SUV premium dengan mesin…
RADARPANGANDARAN.COM - Huawei MatePad Pro 12.2 hadir sebagai tablet premium dengan layar Tandem OLED 2.8K…
RADARPANGANDARAN.COM - Prompt Gemini AI Bahasa Indonesia membantu banyak orang menghadirkan konsep edit foto jadi…
RADARPANGANDARAN.COM - Motorola Razr 60 Ultra hadir membawa desain clamshell modern dengan layar pOLED dan…
RADARPANGANDARAN.COM - Torsi motor pada putaran menengah sering turun akibat deposit karbon intake, klep bocor,…
This website uses cookies.