Meski begitu, para ahli menegaskan bahwa cahaya redup tetap lebih buruk dibanding tidur dalam gelap total. Tubuh tetap memproses cahaya sebagai sinyal untuk mengurangi produksi melatonin, walaupun intensitasnya rendah.
Tidur Terang Menyebabkan Risiko Serius
Tidur dengan lampu terang membuat tubuh sulit memasuki fase tidur dalam. Penelitian menunjukkan bahwa kondisi ini memicu sering terbangun di malam hari, menurunkan kualitas pemulihan tubuh, dan memperbesar risiko penyakit jantung hingga diabetes. Ahli tidur menyebut untuk menghindari kebiasaan tidur dengan lampu yang menyala terang.
Jadi, Gelap Adalah Pilihan Terbaik
Berdasarkan bukti ilmiah, tidur dalam gelap total merupakan pilihan terbaik untuk menjaga kualitas tidur dan kesehatan tubuh. Lampu redup bisa menjadi kompromi jika keadaan mendesak, tetapi lampu terang jelas merugikan. Cara praktis yang disarankan antara lain menggunakan gorden gelap, mematikan perangkat elektronik, dan menyalakan lampu malam yang sangat lembut bila diperlukan.
Dengan membiasakan tidur dalam gelap, tubuh memproduksi melatonin secara optimal, ritme biologis tetap seimbang, dan kualitas istirahat terjaga. Sains membuktikan, langkah sederhana ini mampu membawa dampak besar bagi kesehatan jangka panjang.







