RADARPANGANDARAN.COM — Setelah melewati usia 30 tahun, kehidupan finansial seharusnya sudah memasuki fase yang lebih matang. Jika seseorang memasuki usia 31, 32, 35 atau bahkan menjelang 40, maka arah dan keputusan keuangan harus mulai lebih fokus, terukur, dan berbasis rencana.
Banyak ahli finansial menyebut bahwa usia 30 ke atas adalah masa koreksi, bukan masa coba-coba. Karena itu pengelolaan uang harus lebih terarah dan memiliki tujuan yang nyata.
Memperbaiki Pola Belanja Sebelum Menambah Investasi
Sebelum mengejar instrumen investasi yang beragam, hal pertama yang perlu di lakukan adalah memulihkan pola belanja. Banyak orang di 30+ merasa pendapatan meningkat, tetapi kondisi tabungannya tidak bertambah. Itu artinya gaya hidup ikut naik seiring naiknya gaji.
Pola ini harus dihentikan. Cara mengoptimalisasi keuangan setelah 30 bukan dimulai dari investasi dulu, tetapi dimulai dari menekan pengeluaran tidak penting agar cash flow kembali sehat.
Menentukan Prioritas Keuangan Jangka Tengah
Di fase usia 30+, banyak keputusan besar terjadi: pernikahan, anak, rumah, kendaraan, pendidikan anak, hingga dana darurat keluarga. Semua itu adalah prioritas jangka menengah. Maka seseorang harus mengatur daftar prioritas secara realistis.
Jika penghasilan tidak besar, maka prioritas harus disusun berdasarkan urgensi dan risiko, bukan berdasarkan tren sosial. Di tahap inilah rencana 5 tahun menjadi penting. Semakin jelas tujuan finansial 5 tahunan, semakin mudah menentukan strategi alokasi uang bulanan.







