Lezat tapi Berisiko: Bahaya Makanan Tepung yang Jarang Disadari

RADARPANGANDARAN.COM- Siapa yang bisa menolak kelezatan roti hangat, gorengan renyah, atau kue manis? Semua makanan itu memang menggugah selera, apalagi karena bahan utamanya “tepung” mudah mengolahnya menjadi berbagai hidangan.

Namun, di balik kenikmatannya, terdapat bahaya makanan tepung yang menyimpan risiko sering tidak disadari banyak orang. Jika dikonsumsi berlebihan, bahan ini bisa menjadi penyebab berbagai masalah kesehatan serius.

1. Meningkatkan Kadar Gula Darah

Pertama, bahaya makanan tepung adalah dapat meningkatkan kadar gula darah secara cepat. Tepung putih yang banyak digunakan dalam roti, mi instan, atau kue, termasuk karbohidrat olahan dengan indeks glikemik tinggi. Artinya, tepung jenis ini mudah diubah menjadi gula oleh tubuh.

Akibatnya, kadar gula darah melonjak tajam setelah makan, lalu turun drastis dalam waktu singkat. Kondisi tersebut tidak hanya membuat seseorang cepat lapar kembali, tetapi juga meningkatkan risiko diabetes tipe 2 jika terus terjadi.

2. Kehilangan Gizi Alaminya

Selain itu, tepung olahan umumnya kehilangan sebagian besar kandungan gizi alaminya. Proses penggilingan menghilangkan kulit dan biji gandum yang kaya akan serat, vitamin B, serta mineral penting.

Akibatnya, yang tersisa hanyalah karbohidrat sederhana tanpa nilai gizi berarti. Konsumsi tepung seperti ini secara rutin bisa menyebabkan kekurangan nutrisi dan memperlambat sistem pencernaan. Tanpa cukup serat, usus bekerja lebih keras dan pembuangan sisa makanan menjadi tidak lancar.

3. Memicu Kenaikan Berat Badan

Selanjutnya, makanan dari tepung juga bisa memicu kenaikan berat badan. Karena mudah terserap tubuh, energi dari tepung yang tidak segera terpakai akan disimpan sebagai lemak.