Banyak orang tidak menyadari bahwa camilan seperti donat, biskuit, atau martabak mengandung kalori tinggi yang sulit membakarnya. Jika mengonsumsi terus-menerus tanpa berimbang dengan olahraga, berat badan akan naik dengan cepat dan risiko obesitas meningkat.
4. Peradangan Tubuh
Tak hanya itu, tepung olahan juga dapat menyebabkan peradangan dalam tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi karbohidrat olahan secara berlebihan dapat meningkatkan kadar insulin dan memicu stres oksidatif.
Kondisi ini membuat sel tubuh mudah mengalami peradangan yang berujung pada penyakit kronis, seperti jantung, kolesterol tinggi, hingga gangguan hati. Karena itu, penting untuk mengontrol porsi dan tidak menjadikan makanan berbahan tepung sebagai menu utama setiap hari.
5. Tambahan Makanan yang Menambah Bahaya
Selain faktor nutrisi, bahan tambahan dalam makanan tepung juga berbahaya. Banyak produk tepung instan mengandung pengawet, pemutih, dan penambah rasa yang tidak baik bagi kesehatan jangka panjang.
Zat kimia tersebut dapat memengaruhi sistem metabolisme, menurunkan daya tahan tubuh, dan meningkatkan risiko gangguan hormon.
Meskipun begitu, bukan berarti semua tepung harus menghindarinya. Ada banyak pilihan tepung sehat seperti tepung gandum utuh, tepung jagung, atau tepung singkong yang lebih kaya serat dan gizi. Selain itu, seimbangkan asupan dengan buah, sayur, dan protein agar tubuh tetap mendapatkan nutrisi lengkap.
Kesimpulannya, makanan dari tepung memang lezat dan mudah menemukannya, tetapi efek jangka panjangnya tidak boleh mengabaikannya. Gula darah yang tidak stabil, berat badan berlebih, serta risiko penyakit kronis adalah ancaman nyata.













