Masih Didominasi Pekerja Domestik, Tapi Arah Mulai Berubah
Saat ini, sekitar 80% pekerja migran Indonesia masih bekerja di sektor domestik seperti asisten rumah tangga dan perawat lansia. Namun, pemerintah tidak ingin berhenti di situ. Melalui berbagai pelatihan dan kerja sama internasional, P2MI menargetkan peningkatan jumlah pekerja terampil hingga 40–50% dalam beberapa tahun ke depan.
Pelatihan intensif di bidang bahasa, teknologi, hingga keterampilan teknis terus digencarkan supaya tenaga kerja Indonesia bisa bersaing di level profesional. Dengan begitu, pekerja Indonesia tidak hanya dikenal sebagai tenaga kerja domestik, tapi juga sebagai pekerja modern yang kompeten dan berdaya saing global.
Tantangan dan Harapan di Tahun 2025
Sepanjang Januari hingga Agustus 2025, data penempatan sempat naik-turun di beberapa bulan. Meski begitu, tren keseluruhan tetap menunjukkan peningkatan. Banyak negara masih membuka ribuan lowongan bagi tenaga kerja asal Indonesia, terutama di sektor perawatan, industri, dan jasa.
Secara total, lebih dari 5,2 juta pekerja migran Indonesia kini tercatat bekerja di luar negeri. Di sisi lain, pemerintah masih menghadapi tantangan soal 4,3 juta pekerja nonprosedural yang berangkat tanpa izin resmi. Karena itu, P2MI terus memperkuat sosialisasi dan pengawasan supaya calon pekerja bisa berangkat secara aman dan legal.
Kerja di Luar Negeri, Bukan Sekadar Cari Uang Tapi Juga Kesempatan
Tahun 2024–2025 bisa dibilang sebagai momentum emas bagi pekerja migran Indonesia. Permintaan tenaga kerja dunia yang terus naik membuka peluang besar bagi WNI untuk memperbaiki ekonomi keluarga sekaligus meningkatkan keterampilan diri.
Pemerintah kini berfokus untuk mengubah wajah pekerja migran Indonesia menjadi lebih profesional. Dengan pelatihan yang tepat dan dukungan regulasi yang kuat, tenaga kerja Indonesia punya peluang besar untuk bersinar di panggung global.
Negara seperti Taiwan, Jepang, dan UEA masih menjadi pilihan utama, tapi yang paling penting, peluang kerja di luar negeri kini bukan hanya untuk mereka yang ingin menjadi pekerja domestik, melainkan juga bagi siapa pun yang ingin membangun karier dan masa depan yang lebih baik.







