RADARPANGANDARAN.COM – Dalam setahun terakhir, minat warga Indonesia untuk kerja di luar negeri terus melonjak. Data dari Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) mencatat, sepanjang tahun 2024 saja ada sekitar 297 ribu orang Indonesia yang berangkat mencari rezeki di berbagai negara.
Angka ini menunjukkan tren positif, apalagi pemerintah menargetkan peningkatan hingga 425 ribu pekerja migran pada 2025. Artinya, dalam satu tahun ke depan, jumlah WNI yang bekerja di luar negeri bisa naik sekitar 128 ribu orang.
Permintaan Tenaga Kerja Indonesia Terus Naik di Dunia
Permintaan terhadap tenaga kerja asal Indonesia kini semakin tinggi. Pada 2024, permintaan dari luar negeri mencapai 1,3 juta orang. Jumlah ini jauh lebih besar dari jumlah penempatan yang terealisasi, tapi menjadi sinyal kuat bahwa pasar luar negeri masih sangat terbuka.
Negara-negara tujuan banyak yang menilai pekerja Indonesia punya karakter positif, tekun, ramah, cepat belajar, dan mudah beradaptasi. Tak heran kalau mereka jadi pilihan utama, terutama di bidang perawatan, perhotelan, dan manufaktur. Banyak perusahaan asing bahkan secara khusus mencari tenaga kerja dari Indonesia karena sudah terbukti kualitasnya.
Negara Favorit Tempat WNI Bekerja
Hingga 2025, ada enam negara populer yang jadi destinasi utama kerja di luar negeri bagi pekerja migran Indonesia, yaitu Taiwan, Hong Kong, Malaysia, Uni Emirat Arab, Jepang, dan Amerika Serikat.
Taiwan dan Hong Kong masih jadi magnet utama bagi pekerja sektor rumah tangga dan perawat lansia. Kondisi kerja yang cukup stabil dan kebutuhan tinggi di sektor perawatan membuat banyak WNI betah bekerja di sana.
Malaysia tetap menjadi favorit karena faktor jarak yang dekat dan budaya yang mirip. Banyak pekerja Indonesia mengisi sektor perkebunan, manufaktur, hingga jasa rumah tangga.
Uni Emirat Arab (UEA) terus membuka peluang baru di sektor perhotelan dan konstruksi. Kota seperti Dubai dan Abu Dhabi jadi pusat kesempatan kerja, seiring tumbuhnya industri pariwisata.
Jepang kini semakin aktif menarik tenaga kerja terampil lewat program Specified Skilled Worker (SSW). Banyak anak muda Indonesia melirik Jepang karena peluang kerja yang jelas dan pelatihan keterampilan yang terstruktur.
Amerika Serikat mulai melirik pekerja Indonesia di sektor profesional dan kesehatan, terutama perawat dan staf rumah sakit yang banyak dibutuhkan pascapandemi.










