Masih Percaya Mitos? Anak Bandel Bukan Dilihat dari Kulincir Rambut (Unyeng-unyeng)

RADARPANGANDARAN.COM – Anda tentu pernah melihat rambut di kepala tumbuh berputar membentuk pusaran kecil. Orang menyebut pusaran itu sebagai unyeng-unyeng atau pusar rambut atau juga kulincir rambut. Setiap orang memiliki pusar rambut, biasanya berada di bagian ubun-ubun.

Masyarakat Indonesia sering mengaitkan letak dan jumlah pusaran dengan sifat, karakter, bahkan nasib seseorang. Pertanyaan pun muncul, apakah unyeng-unyeng benar-benar menentukan kepribadian, atau hanya mitos yang diwariskan?

Fakta tentang Unyeng-unyeng

Proses pertumbuhan folikel rambut di kulit kepala membentuk unyeng-unyeng. Saat janin berkembang dalam kandungan, rambut tumbuh mengikuti putaran tertentu hingga terbentuk pusaran. Letak unyeng-unyeng bisa berada di tengah, agak ke samping, bahkan lebih dari satu.

Penelitian genetika menunjukkan arah pusaran rambut, ada yang searah jarum jam atau berlawanan. Hal ini bergantung pada faktor bawaan, bukan pilihan.

Beberapa penelitian juga menemukan kaitan antara pola pusaran dan dominasi tangan, baik kanan maupun kiri. Namun, para peneliti belum menemukan hubungan yang kuat, sehingga mereka tidak bisa menjadikannya patokan untuk menilai kepribadian. Fakta ini membuktikan bahwa unyeng-unyeng muncul sebagai ciri fisik alami, bukan penentu sifat.

Mitos Orang Tua tentang Unyeng-unyeng

Meski fakta medis tidak mendukung kaitan unyeng-unyeng dengan kepribadian, masyarakat kita tetap melahirkan banyak mitos. Orang tua sering menurunkan keyakinan ini dari generasi ke generasi. Seperti:

  • Satu pusaran di tengah kepala menandakan anak penurut, tenang, dan mudah diarahkan.
  • Dua pusaran menandakan anak lebih aktif, cerdas, dan keras kepala. Orang tua sering menyebut anak dengan dua pusar rambut sulit diatur atau memiliki kemauan kuat.
  • Pusaran di samping menandakan sifat unik atau berbeda dari kebanyakan orang. Sebagian orang menghubungkannya dengan kreativitas, sebagian lagi menganggapnya sebagai tanda kenakalan.
  • Lebih dari dua pusaran menandakan sesuatu yang jarang terjadi, sehingga orang menganggap anak itu spesial atau akan menjalani jalan hidup berbeda.

Cerita-cerita ini bertahan karena masyarakat terus mengulangnya, meski tidak memiliki dasar ilmiah.

Benarkah Mempengaruhi Karakter?

Psikologi menjelaskan bahwa pola asuh, lingkungan, pengalaman, dan faktor genetik membentuk kepribadian seseorang. Bentuk fisik seperti unyeng-unyeng tidak cukup kuat untuk menentukan sifat penurut, keras kepala, atau kreatif.