Bahasa Sunda Menjaga Sistem Absolut Tetap Hidup
Ketika orang Sunda memakai istilah kalér, kidul, wetan, kulon, mereka sedang mempertahankan sistem orientasi absolut secara natural. Bahkan ketika modernitas membawa kata “left” dan “right” dalam konteks urban, sistem arah absolut bahasa Sunda tetap bertahan. Dan di sinilah budaya bahasa Indonesia menjadi unik, karena bukan semua bangsa dunia memelihara dua sistem orientasi arah sekaligus.
Mengenal nama mata angin dalam bahasa Sunda adalah mengenal sisa warisan navigasi lokal yang tidak hilang disapu zaman. Arah bukan hanya sistem teknis. Ia adalah bagian dari budaya berpikir. Ketika orang Sunda mengatakan “imahna ka wetan jalan”, maka ia sedang mewariskan cara memahami ruang yang lebih tua dari GPS modern.












