Mikroplastik Ancam Laut dan Meja Makan Kita

RADARPANGANDARAN.COM – Mikroplastik dalam rantai makanan laut kini menjadi isu lingkungan dan kesehatan yang sangat mendesak. Partikel plastik berukuran kecil ini mencemari ekosistem laut, menurunkan kualitas hasil perikanan, dan mengancam kesehatan konsumen yang mengandalkan sumber protein dari laut. Di Indonesia, fenomena ini menimbulkan kekhawatiran besar karena sektor perikanan menjadi tulang punggung ekonomi sekaligus sumber pangan utama jutaan masyarakat pesisir.

Mikroplastik dalam Rantai Makanan Laut dan Dampaknya terhadap Ekosistem

Mikroplastik dalam rantai makanan laut mengganggu keseimbangan ekosistem sejak tahap paling dasar. Fitoplankton dan zooplankton, organisme kecil yang menjadi sumber makanan bagi ikan dan krustasea, kini terpapar partikel plastik berukuran mikroskopis. Ketika ikan memakan organisme tersebut, mikroplastik berpindah ke jaringan tubuh mereka dan terus terakumulasi hingga mencapai tingkat trofik tertinggi, termasuk manusia.

Penelitian dari BRIN (2025) dan Jurnal Tropik Maritim Hang Tuah (2024) menunjukkan bahwa mikroplastik menempel pada jaringan udang, kerang, dan ikan hasil budidaya. Akibatnya, sistem metabolisme hewan laut terganggu dan menyebabkan stres oksidatif, peradangan, serta kerusakan sel. Kondisi ini tidak hanya menurunkan kualitas hasil tangkapan, tetapi juga membahayakan kesehatan manusia yang mengonsumsi produk laut tersebut.

Selain itu, mikroplastik juga memengaruhi rantai ekologi laut. Keberadaan plastik di perairan menghambat pertumbuhan plankton yang berperan penting dalam menyerap karbon dioksida. Akibatnya, kemampuan laut dalam menjaga keseimbangan iklim global ikut melemah.

Sumber Mikroplastik dalam Industri Perikanan

Mikroplastik dalam rantai makanan laut tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan berasal dari berbagai aktivitas manusia. Limbah plastik dari daratan yang terbawa ke laut menjadi penyumbang utama pencemaran. Namun, penelitian WRI Indonesia (2025) mengungkap bahwa sumber internal dari industri perikanan juga berkontribusi besar.